Minggu, Juni 21, 2026
HomeBerita PropertiJohor Jadi Sasaran Ekspansi Pengembang Tiongkok

Johor Jadi Sasaran Ekspansi Pengembang Tiongkok

Tren pengembangan properti lintasnegara di Asia belakangan kian marak. Jika sebelumnya pengembang asal Malaysia diberitakan akan membangun resor di Bintan, Kepulauan Riau, baru-baru ini dikabarkan pengembang asal Tiongkok memulai pembangunan proyek di Tanjung Puteri, Johor.

Pengembang yang dimaksud adalah R&F Properties yang telah membeli lahan di tepi laut seluas 47 hektar pada tahun lalu. R&F membayar seharga 4,5 miliar Ringgit Malaysia atau setara Rp16,74 triliun. Dengan harga sekitar Rp35,6 juta per m2, pembelian tanah oleh perusahaan yang berbasis di Guangzhou ini disebut-sebut sebagai pembelian tanah kedua termahal di Johor saat itu. Harga tertinggi tercatat pada transaksi tanah seluas 15 ha di Danga Bay dengan harga Rp40,93 juta per m2 yang juga dibeli oleh pengembang dari Tiongkok.

RF Tanjung Puteri

Tahap pertama proyek Tanjung Puteri mencakup 15 blok apartemen mewah. Peluncuran resminya baru akan dilakukan pada medio Juli mendatang, tapi penjualan perdana akan dilakukan Sabtu esok, 21 Juni. Pada penjualan perdana itu dibuka untuk 400 unit dari empat menara setinggi 30-35. Harganya masih belum diketahui, tapi sebagai acuan, unit apartemen sekelas yang sudah dilansir di Nusajaya, Medini, Danga Bay dan Johor Baru berkisar 6.600 – 11.000 Ringgit  per meter perseginya atau Rp24,5 juta –  41 juta per m2. Harga tertinggi yang pernah dicapai sebesar Rp62 juta per m2, namun tidak disebutkan dari proyek mana.

Bagi R&F Properties, pengembangan apartemen di Johor ini merupakan portofolio pertamanya di luar negeri. Sebelumnya  pengembang yang sudah melantai di bursa saham Hong Kong sejak tahun 2004 ini sudah mengembangkan sejumlah proyek iconic yang tersebar di berbagai wilayah Tiongkok. Portofolionya beragam, mulai dari vila, gedung perkantoran grade A, sampai hotel bintang lima.

R&F Properties salah satu dari tiga  pengembang Tiongkok yang berkiprah di Johor, menyusul pengembangan besar-besaran Iskandar Waterfront. Tanjung Puteri adalah bagian dari megaproyek yang menghadap Causeway Singapura, direncanakan menjadi salah satu pusat bisnis terintegrasi baru di bagian selatan Malaysia. Selain jembatan, penghubung dua negara itu nanti akan dilengkapi dengan sistem rapid transit. Ayu

(Sumber: Star Online)

Berita Terkait

Ekonomi

Presiden Minta Bank-Bank Milik Negara Jangan Cuma Cari Untung

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran komisaris dan...

Presiden Perintah Menteri Rosan: Sampaikan Kepada Publik Senin Besok Kondisi Investasi RI Sesuai Fakta

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM...

Mei Masyarakat Banyak Belanja dan Kuras Tabungan, Cicilan Utang Meningkat

Pada Mei 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang dipakai...

Berita Terkini