Minggu, Mei 17, 2026
HomeNewsIbukotaKawasan Industri Kreatif Akan Dibangun di Jakarta Timur

Kawasan Industri Kreatif Akan Dibangun di Jakarta Timur

Kita sudah memiliki Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang menyajikan keragaman kazanah Indonesia dalam satu tempat. Berangkat dari hal ini, PT Eureka Prima Jakarta (EPJ) Tbk akan melengkapi kawasan Jakarta Timur, tepatnya di Bambu Apus dengan konsep industri kreatif yang lebih lengkap dan terintegrasi.

Ilustrasi: Kawasan Taman Mini Indonesia Indah
Ilustrasi: Kawasan Taman Mini Indonesia Indah

“Kami akan mengembangkan Eureka Commercial Center seluas 21 ha, konsepnya industri kreatif di Indonesia kita terapkan di sini. Kita sudah buat agreement dengan TMII salah satunya untuk membuat kuliner dari seluruh Indonesia yang di-endorse oleh pemerintah provinsi masing-masing,” ujar Lukman Purnomosidi, Presiden Direktur EPJ, kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (8/12).

Bila ada 33 provinsi dan masing-maisng provinsi memiliki tiga kuliner khas dari daerahnya, artinya akan ada 99 kuliner yang bisa dipilih. Total akan ada lima hal yang menjadi fokus untuk mendukung konsep di kawasan Eureka Commercial Center, yaitu pusat kuliner, fashion, art & craft, musik, dan film.

Semuanya akan dikonsep sebagai pusat interaksi jadi bukan sekadar jajaran toko. “Jadi tidak hanya jual-beli sehingga kalau fashion akan ada sekolah fashion-nya, ada untuk fashion show, ada broadcast yang menanyangkan, jadi komplit,” imbuhnya.

Ini akan menjadi hal pertama yang dikembangkan di superblok Eureka Commercial Center. Untuk memenuhi konsep kawasan secara ke seluruhan, akan dikembangkan juga dua tower apartemen, SOHO, dan hotel. “Apartemennya mulai 2-3 kamar seharga Rp1,5-2 miliar, saat ini infrastrukturnya sedang dikerjakan, awal tahun depan kita mulai tawarkan,” tandas Lukman.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Mandiri: Penjualan Eceran Tetap Akan Meningkat, Ditopang Liburan dan Belanja

Survei Penjualan Eceran yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) memprakirakan...

LPEM FEB UI Ragukan Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Ini Alasannya

Peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi...

April Konsumen Tahan Belanja, Perbanyak Tabungan

Survei Konsumen Bank Indonesia April 2026 yang dipublikasikan awal...

Berita Terkini