Minggu, Mei 17, 2026
HomeNewsIbukotaGedung Bersejarah DKI Bernilai Ekonomi Tinggi

Gedung Bersejarah DKI Bernilai Ekonomi Tinggi

Jakarta punya banyak situs bersejarah berupa gedung-gedung tua yang menjadi saksi perjalanan kota hingga menjadi kota metropolitan seperti saat ini. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Purba Hutapea, cukup sulit mempertahankan keberadaan situs-situs bersejarah di Jakarta karena tingginya nilai ekonomi.

Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) Pasar Baru
Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) Pasar Baru

“Bayangkan saja, kebanyakan gedung bersejarah kita lokasinya sangat premium. Seperti Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) di Pasar Baru, belum yang di sepanjang jalan-jalan protokol ibukota, kalau dibangun jadi apartemen harganya akan sangat tinggi,” ujarnya kepada housing-estate.com di acara pengecatan ulang GKJ oleh salah satu produsen cat, akhir pekan lalu.

Namun telah menjadi komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mempertahankan dan melestarikan situs-situs bersejarah kotanya. Sudah ada peraturan gubernur yang melarang memugar bangunan bersejarah termasuk yang dimiliki oleh swasta maupun pribadi-pribadi. Artinya, kalaupun mau memugar tetap tidak boleh mengubah bentuk aslinya.

Hal ini dilakukan, lanjut Purba, untuk memperkuat identitas kota apa lagi Jakarta  sebagai kota yang memang sangat kaya akan bangunan bersejarah. “Sudah menjadi komitmen pemprov untuk melindungi bangunan bersejarah, karena inilah budaya kita dan inilah kita. Banyak yang bisa kita pelajari dari situs bersejarah yang kita miliki,” lanjutnya.

Karena itu, Purba sangat menyesalkan kebanyakan masyarakat yang menghabiskan waktu ke mal dan kurang menghargai tempat-tempat bersejarah di kotanya. Pada hal dibandingkan negara lain, umumnya situs bersejarah mereka merupakan hasil rebuild atau  bangunan imitasai sementara yang kita miliki adalah bangunan asli.

“Situs bersejarah itu akar budaya kita, banyak yang bisa kita pelajari dari situ, sayangnya kita tidak bisa menghargai akar budaya kita. GKJ ini misalnya, sudah menjadi ikon gedung seni, para seniman dari seluruh dunia mengusahakan untuk mampir ke sini, kita sendiri mungkin banyak yang nggak tahu gedung ini,” tandasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Mandiri: Penjualan Eceran Tetap Akan Meningkat, Ditopang Liburan dan Belanja

Survei Penjualan Eceran yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) memprakirakan...

LPEM FEB UI Ragukan Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Ini Alasannya

Peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi...

April Konsumen Tahan Belanja, Perbanyak Tabungan

Survei Konsumen Bank Indonesia April 2026 yang dipublikasikan awal...

Berita Terkini