Bandara Changi Dilengkapi Taman Raksasa
Bandara Changi, Singapura, terus berbenah. Bandara tersibuk keenam di dunia yang desainnya unik itu dilengkapi taman dengan tema berbeda pada setiap terminalnya. Kini otoritas bandara tengah membangun satu taman lagi seluas 134.000 m2 dan dinaungi sebuah kubah kaca besar berbentuk lonjong.

Taman raksasa rancangan Safdie Architecs dan PWP Landscape Architecture ini terkoneksi dengan semua terminal melalui jalur pedestrian khusus (walking trail). Struktur kubah didukung cincin yang tertaut dengan kolom-kolom baja yang dibentuk menyerupai cabang pohon di bagian terluar. Jalinan struktur kubah dibentuk seperti potongan berlian. Karena itu pula tim arsitek menyebutnya “proyek berlian.”

Selain tanaman hijau, kubah besar juga menaungi ruang ritel, hotel, restoran dan entertainment space yang seluruhnya seluas 370.000 m2. Ruang-ruang ini dibangun mengelilingi taman dan menghadap central park, yaitu sebuah rain vortex setinggi 40 meter menyerupai air terjun. Airnya bersumber dari tampungan air hujan yang didaur ulang. Saat malam air terjun ini diterangi permainan lampu lengkap dengan iringan musik.

Karena ukurannya yang raksasa banyak yang menyebut kubah ini seakan pusat kota, lengkap dengan taman-taman teduhnya. Warga kota dapat memanfaatkan tempat untuk bertemu dan berinteraksi. ”Proyek ini akan mendefinisikan kembali arti sebuah bandara,” ujar Safdie.

Safdie menjelaskan bahwa bandara dalam paradigma baru berfungsi sebagai tempat bertemu segala keragaman dan pintu gerbang sebuah kota atau negara. Karena itu bandara perlu dilengkapi ruang komersial dan atraksi yang bisa melayani dan dinikmati oleh semua yang ada di bandara, bahkan warga kota di mana bandara itu berada. Proyek ini direncanakan rampung tahun 2018.
(Sumber: designboom & sustainable cities collective)