Rabu, September 23, 2026
HomeBerita PropertiProperti Seken Tekan Penjualan Pengembang

Properti Seken Tekan Penjualan Pengembang

Properti seken menjadi ancaman dan menekan penjualan rumah baru dari pengembang. Kalangan pengembang menuding keadaan ini salah satunya disebabkan oleh tindakan pemerintah yang tidak propasar.

Ilustrasi
Ilustrasi

“Harus jujur kita katakan properti seken ini telah mengancam penjualan properti prime. Inilah salah satu efek dari regulasi pemerintah di tahun 2015 yang sangat tidak menguntungkan bagi inudustri properti tanah air, sekarang kita susah jualan,” ujar Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, di Bekasi, Selasa (20/10).

Banyak konsumen, lanjut Adrianto, membeli properti saat launching untuk mendapatkan harga perdana yang lebih murah. Nanti dua tahun kemudian saat propertinya  sudah selesai dibangun oleh pemiliknya dijual dengan keuntungan mencapai 50 persen. Sekarang situasinya berbeda karena pemilik kapital  banyak yang menahan diri dan lebih memilih pasar seken yang lebih fleksibel.

“Pasar kita itu selain end user juga investor, dengaan situasi seperti ini motivasi kalangan investor beralih ke rumah seken. Untuk properti tipe tertentu, ceruk pasar end user-nya justru lebih kecil dibandingkan investor. Kemudian pelemahan rupiah juga membuat orang lebih memilih properti seken, tahan sebentar dijual lagi pasti dapat gain,” tandasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Juli 2026 Kunjungan Turis asal Timur Tengah dan Eropa Naik Tinggi

Laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) awal September 2026...

Jaga Kecukupan Likuiditas, Kemenkeu Lanjutkan Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun di Perbankan

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melanjutkan kebijakan penempatan dana Saldo Anggaran...

Menkeu: Agustus 2026 Penerimaan Negara Tumbuh 25,4 Persen, Utang on Track, Defisit Terjaga

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan, kinerja Anggaran Pendapatan...

Berita Terkini