Selasa, April 21, 2026
HomeNewsBerita UmumSetelah Yang Layang, Dibangun Juga Tol Jakarta-Cikampek Sisi Selatan

Setelah Yang Layang, Dibangun Juga Tol Jakarta-Cikampek Sisi Selatan

Pemerintah terus membangun jalan tol untuk mengurai kepadatan lalu lintas di hampir semua jalan utama di kota-kota besar Indonesia. Di megapolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) misalnya, setelah jalan layang (elevated) tol Jakarta-Cikampek II (58,5 km) yang progresnya sudah mencapai hampir 60 persen yang dibangun PT Jasa Marga Tbk sejak tahun 2016, juga langsung dibahas pembangunan tol Jakarta-Cikampek II sisi selatan.

Menurut Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, ruas Jakarta-Cikampek II sisi selatan akan membentang sepanjang 64 km dari Jatiasih (Bekasi) hingga Sadang (Purwakarta). “Sekarang kami masih koordinasi dengan Perum Perhutani, karena kebanyakan lahannya milik Perhutani. Selain itu melakukan sosialisasi dengan Pemprov Jawa Barat dan masyarakat yang akan terdampak proyek itu,” katanya sebagaimana dikutip dari laman resmi Jasa Marga, Rabu (2/1/2019).

Jalan tol Jatiasih hingga Sadang nanti akan membuat wilayah sepanjang Cikampek Selatan ikut berkembang dan maju. Proyek-proyek properti seperti perumahan, perkantoran, hingga fasilitas ritel akan meningkat, sehingga diasumsikan dampak ekonominya sangat baik bagi masyarakat sekitar.

Jalan tol Jakarta-Cikampek sisi selatan itu akan melintasi lima kabupaten dan kota, 12 kecamatan, dan 33 kelurahan atau desa yang seluruhnya berada di wilayah Jawa Barat. Desi menyebut, pengerjaan ruas tol itu akan dilakukan awal tahun ini dengan target operasional tahun 2021.

“Jadi, kita akan memiliki tiga ruas tol di koridor Jakarta-Cikampek. Yang eksisting, tol Jakarta-Cikampek layang, dan Jakarta-Cikampek sisi selatan. Sisi selatan ini merupakan antisipasi. Daripada ditunda, malah bikin makin susah karena ruas Jakarta-Cikampek ini akses utama yang trafiknya sangat padat. Proyek jalur selatan ini akan memakan investasi Rp14,7 triliun,” jelasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini