HousingEstate, Jakarta - Kota Harapan Indah (2.200 ha) di Jl Sultan Hamengkubuwono IX, Bekasi, Jawa Barat, bermetamorfosis menjadi kawasan hunian yang menyenangkan, karena Distrik 2 (500 ha) dikembangkan dengan konsep back to nature, mengintegrasikan area hunian dengan beragam fasilitas modern, taman dan area hijau, dihubungkan dengan pedestrian nyaman.

Untuk merancangnya Damai Putra Group, pengembang Kota Harapan Indah (KHI) melibatkan tiga konsultan asing: Skidmore, Owings and Merrill (SOM) dari AS, CPG Singapura, dan Rambol Denmark. Menurut Monique Hardjoko, GM Marketing Communication Damai Putra Group, ketiga konsultan itu masing-masing merancang master plan, desain kawasan, dan infrastruktur.

SOM di KHI mengembangkan konsep desain biophilic, mengembalikan kedekatan manusia dengan alam. “Kota Harapan Indah kami rancang untuk menguatkan hubungan unsur-unsur alam seperti air, udara, flora, dan fauna. Itu semua menjadi aspek utama dalam makro desain kawasan,” katanya. Dari 500 ha areanya, 100 ha untuk area terbuka hijau. Jadi, di Distrik 2 akan banyak taman dan pepohonan yang menjadi habitat aneka satwa. Di semua klaster hunian disediakan taman aktif untuk sosialisasi warga.

Hadi Putra, Sales Head Damai Putra Group

Pengembang juga akan membangun central park cukup luas di tengah kawasan dengan danau besar di dalamnya. Ditambahkan juga lima danau berukuran lebih kecil yang tersebar di beberapa kawasan. Danau-danau itu menjadi selling point dan fitur kawasan yang menarik, selain untuk menurunkan suhu kawasan, sumber cadangan air baku, sekaligus pengendali banjir.

Sementara CPG merancang kawasan KHI ramah pejalan kaki. Klaster hunian dan fasilitas publik dikoneksikan dengan taman di sekitarnya melalui pedestrian yang cukup banyak. Konsep ini didukung transportation hub yang melayani aneka angkutan umum seperti angkot, angkutan kawasan, dan Transjakarta (busway). KHI sudah dilayani Transjakarta rute KHI–Terminal Terpadu Pulo Gebang dan KHI–ASMI Pulomas. Ada juga bus Damri rute KHI–Bandara Soekarno Hatta, Mayasari Bhakti KHI-Blok M (Jakarta Selatan), selain angkot KWK KHI-Stasiun KRL Bekasi dan Pulo Gadung.

Monique menjelaskan, pengembangan Distrik 2 terbagi dalam lima zona dengan karakter dan ciri berbeda. Yaitu, Wetland Park Community, Green Capital, Riverside Community, Eco Town Community, dan Garden Community. Pengembangan lima zona itu sudah dimulai dengan membangun sejumlah fasilitas dan klaster hunian. Misalnya, Eka Hospital, Universitas Esa Unggul, dan Sayana apartment di Eco Town, klaster Asera di Riverside Community, empat klaster hunian di Garden Community, dan klaster Harmoni di Wetland Park. Lima tahun ke depan pengembangan akan fokus ke Eco Town dan Green Capital.

Pengembangan Distrik 2 didukung infrastruktur memadai yang akan mengoneksikannya dengan kawasan di dalam dan luar KHI. Salah satunya dengan membuat gerbang baru di Kanal Banjir Timur (KBT) dan jembatan sebagai akses menuju kota baru Jakarta Garden City (JGC) di Cakung, Jakarta Timur. Pembangunannya akan dimulai semester satu 2020. Melalui gerbang baru itu KHI mudah diakses dari tol Cakung-Cilincing melalui JGC.

Dekat gerbang baru itu, perusahaan pembuat suku cadang kendaraan PT Denso Indonesia akan membangun gedung perkantoran, pusat pelatihan, dan showroom. Damai Putra juga membangun beberapa akses baru lain. Dua di antaranya sudah rampung: jalan tembus Pasar Modern-BKT dan flyover Alindra. Selanjutnya akan dibangun akses baru dari Distrik 2 ke Distrik 3, Distrik 1, dan dari waterpark Transera-BKT.

Dalam waktu dekat akan dibangun juga mal empat lantai di Eco Town. Mal rancangan Benoy ini 80 persen areanya untuk F&B dilengkapi taman di roof top. “Pembangunannya sudah siap. Tinggal menunggu IMB,” ungkap Monique. Karena konsep pengembangannya itu, KHI mendapatkan Housing Estate Green Property Awards 2019 kategori Green Open Space & Infrastructure.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #191 Edisi Juli 2020