HousingEstate, Jakarta - PT Pollux Lito Karawang (joint venture PT Pollux Properti Indonesia Tbk-Lito Group) meneken kerja sama dengan BUMN PT PP (Persero) Tbk sebagai kontraktor utama pembangunan proyek superblok Pollux Technopolis (42 ha) di Jalan Internasional, Teluk Jambe, dekat exit tol Karawang Barat (Km. 47) di jalan tol Jakarta-Cikampek, Karawang-Jawa Barat. Nilai kontrak mencapai Rp3,5 triliun.

“Ini merupakan kontrak dengan nilai terbesar yang kami raih dari sektor properti. Dengan kontrak ini kami akan membangun fase pertama Pollux Technopolis yang mencakup dua tower apartemen dan 54 unit ruko yang akan dikerjakan selama 2,5-3 tahun. Revenue yang kami raih dari kontrak ini sekitar Rp200 miliar,” kata Anton Satyo Hendriatmo, Direktur Operasi 1 PT PP saat acara penandatanganan di kantor pusat PT PP Jakarta pekan lalu.

Pollux Technopolis akan terdiri dari 26 tower yang memiliki berbagai fungsi selain 368 unit ruko yang dikonsep seperti Dotonburi Shopping Street serupa Dotonburi di Osaka, Jepang. Proyek akan dikerjakan dalam enam fase dengan total investasi mencapai Rp50 triliun. Untuk tower apartemen yang dibangun pada fase pertama setinggi 20 lantai mencakup 420 unit dengan penjualan sudah mencapai 70 persen.

Managing Director Pollux Group RM Suryo Atmanto menambahkan, Karawang telah menjelma menjadi salah satu daerah yang memiliki nilai investasi sangat besar di sektor properti. Pergerakan industri telah mengarah ke timur Jakarta dan Karawang tumbuh menjadi kota yang terintegrasi dengan pembangunan proyek infrastruktur terus digenjot.

“Kita bisa lihat industri-industri besar ada di sini. Sekitar 40 persen ekspor kita dari wilayah ini. Jadi, kami tidak melihat sektor properti lesu tapi kita lihat per dekade mulai dari 2010-2020 dan nanti 2020 ke 2030 itu akan luar biasa. Ekonomi akan terus naik dengan pendorongnya Cina, India, dan Indonesia. Itu yang kita sambut melalui proyek ini,” tuturnya.

Pollux Technopolis dipasarkan sejak Mei 2018 menawarkan tiga tipe apartemen mulai studio-2 kamar seharga mulai Rp350 juta dan ruko mulai Rp3,5 miliar. Saat ini progres proyek tengah menyiapkan infrastruktur, salah satunya jalan masuk utama dengan lebar masing-masing 20 meter untuk dua arah (total 40 m), dan pembangunan bundaran seperti di bundaran HI di Jakarta yang akan dijadikan ikon baru Karawang.