HousingEstate, Jakarta - Wabah Covid-19 telah membuat kalangan pengembang kesulitan menjual produknya. Namun begitu, kebutuhan properti yang besar tidak membuat aktivitas jual-beli di sektor properti berhenti. Kebutuhan tetap ada hanya terjadi pergeseran minat konsumen terkait produk yang dipilih.

Pendapat tersebut diuangkapkan Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland Development Tbk , Archied Noto Pradono.  Menurutnya, produk-produk landed house Intiland telah menjadi penopang pendapatan perusahaan dibandingkan produk highrise yang penjualannya makin slow belakangan .

“Produk landed kami seperti di Talaga Bestari Tangerang, Graha Natura Surabaya, dan Serenia Hills di Jakarta Selatan itu yang penjualannya masih cukup baik di tengah situasi pandemi ini. Selain itu lahan industri di kawasan industri  Batang, Jawa Tengah, juga sudah ada investor besar yang mau masuk sehingga  bisa menyumbang pendapatan yang cukup siginfikan kelak,” ujarnya saat acara Paparan Publik PT Intiland Development Tbk secara online, Rabu (15/7).

Karena itu Intiland masih akan menerapkan strategi konservatif diantaranya fokus dan melakukan berbagai inventory terkait berbagai keunggulan produk yang masih diminati oleh konsumen. Untuk saat ini strategi pengembangan dengan meluncurkan produk baru belum akan dilakukan dan masih akan fokus pada pengembangan klaster baru di proyek-proyek yang masih diminati tersebut.

Fokus lainnya yaitu mengeluarkan berbagai gimmick marketing sesuai dengan target market yang dituju dan menggeser pola-pola penjualan konvensional dengan cara penguatan sistem digital. Kerja  sama untuk program KPR-KPA juga terus diperkuat dengan pihak perbankan selain pola-pola marketing khusus termasuk program pinjam-pakai untuk produk-produk ready stock maupun siap huni.

“Gimmick digital akan terus kita kembangkan termasuk fokus pada segmentasi produk-produk yang penyerapannya masih relatif baik. Kami juga bisa memberikan diskon mulai 15 hingga 40 persen untuk pembayaran tunai dan produk-produk  tertentu sehingga bisa menjadi cara untuk pemasukan internal cashflow perusahaan,” katanya.