Selasa, April 21, 2026
HomeNasionalOptimisme Pelaku Industri Pengolahan Merosot, Pesimisme Meningkat

Optimisme Pelaku Industri Pengolahan Merosot, Pesimisme Meningkat

Survei Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang dilakukan Kementerian Perindustrian mencatat, optimisme pelaku industri pengolahan dalam 6 (enam) bulan ke depan, menurun dari 73,5 persen pada Juni menjadi 71,9 persen pada Juli 2024.

Sebaliknya pada periode yang sama pesimisme pelaku usaha dalam 6 (enam) bulan ke depan pada Juli 2024 meningkat, dari 5,5 persen pada Juni menjadi 6,0 persen.

Menurut Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif melalui keterangan tertulis, Rabu (31/7/2024), subsektor dengan pesimisme tinggi dan meningkat, secara berurutan adalah industri tekstil, industri alat angkutan lainnya, industri mesin dan perlengkapan YTDL, dan industri barang galian bukan logam.

“Sedangkan industri kayu, barang kayu dan gabus, pesimismenya masih tinggi tapi menurun (dibanding Juni). Kondisi ini harus menjadi warning (pemerintah) dan perlu diwaspadai terkait kondisi sektor industri ke depan,” kata Febri.

Baca juga: Sektor Industri Sudah Masuk Kondisi Bahaya

Ia menambahkan, Kemenperin fokus pada beberapa kebijakan yang dapat meningkatkan optimisme pelaku usaha. Pertama, untuk industri alat angkutan lainnya serta industri mesin dan perlengkapan YTDL, perlu kebijakan yang memperkuat nilai tukar rupiah, serta meningkatkan konsumsi dan investasi.

Kelompok industri mesin dan perlengkapan YTDL sangat tergantung pada ekspansi industri penggunanya dan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Karena itu kebijakan relaksasi TKDN akan berdampak pada subsektor ini. Sedangkan untuk industri tekstil, diperlukan kebijakan pengendalian impor barang hilir,” pungkas Febri.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini