Minggu, November 8, 2026
HomeFintechPengaduan Soal Pinjol Ilegal Tetap Tinggi, Januari-Juli Capai 10.104 Pengaduan

Pengaduan Soal Pinjol Ilegal Tetap Tinggi, Januari-Juli Capai 10.104 Pengaduan

Kendati Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kementerian/lembaga terkait gencar memberangus pinjaman online (pinjol) ilegal, pengaduan mengenai usaha jasa keuangan berbasis teknologi informasi tak berizin itu tetap tinggi.

Mengutip keterangan tertulis Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK kemarin (7/8/2024), selama 1 Januari-31 Juli OJK menerima 10.104 pengaduan mengenai entitas ilegal.

Terdiri dari 9.596 pengaduan mengenai pinjol ilegal, dan 508 pengaduan tentang investasi ilegal. Sementara jumlah entitas ilegal yang telah dihentikan/diblokir OJK pada periode yang sama mencakup 1.591 pinjol ilegal dan 149 investasi ilegal.

Baca juga: Pinjol dan Investasi Ilegal Tetap Marak, Januari-Juni OJK Terima 8.633 Pengaduan

Total selama 2017 – 31 Juli 2024, OJK telah memblokir dan membekukan 9.889 entitas ilegal. Terdiri dari 8.271 pinjol ilegal, 1.367 investasi ilegal, dan 251 gadai ilegal.

Friderica menyatakan, dengan tetap banyaknya penipuan atau kejahatan oleh entitas ilegal yang diadukan masyarakat, OJK terus berkomitmen melakukan pelindungan konsumen baik melalui fungsi edukasi maupun tindak lanjut lainnya.

“Namun OJK menyadari tidak dapat melakukannya sendiri. Dibutuhkan dukungan dari seluruh stakeholders untuk bekerja sama melakukan peran masing-masing, agar proses penanganan (entitas ilegal itu) menjadi tuntas,” katanya.

Berita Terkait

Ekonomi

Cadangan Devisa Kembali Meningkat, Oktober Bertambah USD500 Juta

Cadangan devisa RI terkuras sepanjang Desember 2025-Mei 2026 senilai...

Otorita IKN-Korea Selatan Gelar Nusantara Smart City Forum

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Republik Korea Selatan...

Prediksi Para Ekonom Meleset, Triwulan III Ekonomi RI Tumbuh Lebih Tinggi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Kamis (5/11/2026), pertumbuhan ekonomi...

Berita Terkini