Minggu, April 5, 2026
HomeBerita PropertiRumah Urban Natural Toto ‘Bike to Work’ Sugito

Rumah Urban Natural Toto ‘Bike to Work’ Sugito

Rumahnya ditata simpel khas hunian di tengah kota yang ringkas namun ditampi lkan lebih natural

Baru tiga bulan ini Toto Sugito, pencetus gerakan Bike to Work (B2W), menempati rumah barunya di bilangan Tebet Utara Dalam, Jakarta Selatan. Dua buah sepeda yang sehari-hari ia gunakan diparkir di halaman depan rumah. Satu sepeda bersistem hybrid dengan roda besar, hadiah ulang tahun dari sang istri, biasa dipakai pergi ke kantor. Satu lagi sepeda lipat beroda kecil untuk mobilitas bertemu klien di tempat-tempat yang agak sulit mencari tempat parkir. “Modalnya gembok dan dinding buat sandaran sepeda selama parkir,”ujarnya.

Rumah Urban Natural Toto Bike to Work Sugito

Jarak dari rumah ke kantor sekitar 2 km yang bisa ditempuh dengan mengendarai sepeda sekitar 3 menit. Jika harus menemui klien di luar kantor, ia tetap bersepeda dan berupaya datang 15 menit lebih awal agar bisa istirahat dan bersih-bersih. Sebelumnya, Toto dan keluarga tinggal di kawasan Cibubur, Kabupaten Bogor. Ia menikmati sekali perjalanan dari rumah ke kantornya di Tebet (Jakarta Selatan) sejauh 32 km dengan bersepeda setiap hari. Di Cibubur, ia juga gemar menjelajah jalan-jalan kampung di sekitar perumahannya.

Akhirnya protes datang dari istri dan anak-anaknya yang saban hari berangkat sekolah dan kantor di Jakarta dengan mobil pribadi. Mereka harus berangkat subuh supaya tidak terjebak kemacetan di perjalanan. Ia pun mengalah dan kembali mencari rumah di tengah kota agar mobilitas keluarganya yang tidak bersepeda seperti dirinya menjadi lebih mudah.

Kembali ke Tebet

Rumah Urban Natural Toto Bike to Work Sugito 6

Dari Cibubur, ia kembali mengontrak rumah di daerah asalnya Tebet selama enam tahun. Sejak lahir hingga kuliah, anak kelima dari delapan bersaudara itu memang tinggal di Tebet bersama orang tua. Setelah menikah, Toto sempat memiliki rumah pertama di Tebet sebelum dijual untuk tambahan membangun rumah kedua di Cibubur.

Rumah yang ditempatinya saat ini adalah rumah ketiga. Ia mendapatkan kavling dan rumah asli dengan bujet sekitar Rp1 M. Setelah membeli, ia baru sadar betapa mahalnya rumah di Tebet dan Jakarta pada umumnya. Mulanya rumah yang baru dibelinya itu hanya akan direnovasi. Tapi, menurut saran arsitek Budi Sumaatmadja, yang tidak lain adalah kakak tertuanya, rumah harus dibongkar total.

Proses membangun rumah seluas 220 m2 ini membutuhkan waktu sekitar delapan bulan, dimulai Oktober 2010 dan baru selesai Juni 2011 lalu. “Kami excited sekali membangunnya, sampai duitnya habis tapi belum selesai seluruhnya. Masih ada rencana membuat kolam ikan di taman belakang dan taman rumput di atap,” ujarnya.

Taman Atap

Rumah Urban Natural Toto Bike to Work Sugito 3

Rumah berdiri di atas kaveling 9 x 16,5 m (149 m2) dengan garis sempadan bangunan (GSB) sepanjang 5 m. Dengan dibantu arsitek Budi Sumaatmadja, Toto mendesain rumah 2,5 lantai beratap datar dari dak beton. Model rumah tanpa atap miring di Jakarta rupanya menyalahi aturan Pemda. Akibatnya saat mengajukan ijin mendirikan bangunan (IMB) ke instansi terkait prosesnya agak berbelit.

Ia menyiapkan atap dak beton untuk ditanami rumput dan dijadikan taman supaya bisa dipakai tempat menggelar acara keluarga atau komunitas B2W. Makanya dilengkapi ruang musala dan tempat wudhu di lantai itu. “Saya ini family man, kalau akhir pekan inginnya nggak pergi ke mana-mana, tapi di rumah saja karena sudah punya lokasi-lokasi untuk berkumpul dengan keluarga,”ujar ayah dari M. Yoga Anindito, Amelia Nur Adilla dan Andrina Putri Syarifa itu.

Di lantai dua, Toto menempatkan ruang keluarga yang lapang dan tiga kamar anak serta satu kamar mandi terpisah. Ruang keluarga memiliki pintu menuju balkon ke arah depan rumah.

Kamar tidur utama terletak di lantai bawah menghadap ke taman kering terbuka di bagian belakang. Ruang yang diisi dipan rendah ala Jepang, lemari pakaian dan kamar mandi dalam itu terlihat terang dan berangin di siang hari.

Di depan kamar terdapat ruang makan yang juga terbuka ke arah taman belakang dan ruang tamu. Toto suka denah ruang yang plong tanpa sekat seperti itu. “Seandainya bikin acara jadi enak,” katanya.

Dapur ditempatkan persis di sebelah ruang tamu yang memiliki akses pintu dan jendela ke halaman depan. Area servis dikelompokkan di atas ruang dapur hingga ke lantai tiga untuk tempat menjemur dengan tangga terpisah dari ruang-ruang utama.

Bata Merah Natural

Rumah Urban Natural Toto Bike to Work Sugito 4

Dinding fasad yang didominasi susunan bata merah ekspos adalah ide Toto untuk menghadirkan kesan rumah yang natural. Aksen permainan bata yang diputar di sisi dinding atas juga berfungsi sebagai lubang angin untuk menutupi area servis dibaliknya. Soal taste dalam mendesain rumahnya, Toto kerap berdebat dengan sang istri. Semisal jendela kaca depan awalnya tidak ingin diberi teralis, tapi sang istri mengkhawatirkan soal keamanan. Akhirnya, ia merancang detail teralis besi yang simpel berupa dua garis vertikal di depan dan dua di belakang kaca. Tampilan jendela tetap enak dilihat, fungsinya juga tidak berkurang dan menjadi relatif lebih aman.

Untuk meredam polusi udara, karena rumahnya berada dekat jalan raya yang sibuk, sang istri memenuhi teras depan dengan tanaman hijau. Diyah, Yudis

 

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer)
atau
Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.

Berita Terkait

Ekonomi

Kepala BPS Bilang Backlog Perumahan 13 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan,...

Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik...

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Berita Terkini