Senin, Mei 25, 2026
HomeBankOCBC Dorong Layanan Wealth Management

OCBC Dorong Layanan Wealth Management

Bank OCBC NISP (OCBC) terus memperkuat komitmen untuk menjadi mitra jangka panjang bagi nasabah individu maupun korporasi melalui penguatan kapabilitas wealth management (manajemen kekayaan) yang semakin terintegrasi, relevan, dan mudah diakses oleh lebih banyak segmen masyarakat di Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan aspirasi Larger Scale, Deeper Expertise, Greater Impact, di mana OCBC terus memperkuat kapabilitas dan kualitas layanan untuk membantu nasabah mengelola, melindungi, serta mengembangkan aset mereka secara berkelanjutan.

Menurut Direktur OCBC Johannes Husin, OCBC melihat bahwa kebutuhan wealth management di Indonesia terus berkembang dengan semakin banyak nasabah yang membutuhkan mitra terpercaya untuk mendampingi perjalanan finansial sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mereka.

“Secara konsisten kami terus membangun bisnis wealth management, yaitu investasi nasabah yang terdiri dari obligasi, reksa dana, asuransi, dan emas. Kami juga terus memperkaya solusi yang ditawarkan, menghadirkan kemampuan untuk memberikan insight yang semakin terintegrasi melalui peningkatan kapabilitas dan keahlian, serta memperkuat pengalaman nasabah melalui layanan pengelolaan kekayaan secara digital yang semakin seamless,” ujarnya melalui siaran pers yang dikutip Senin (25/5).

Pada periode 2022 hingga Desember 2025, bisnis wealth management OCBC sendiri mencatatkan pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 29 persen atau melampaui Rp120 triliun. Di saat yang sama, transformasi digital juga terus mendorong perubahan perilaku nasabah dalam mengelola kebutuhan finansial mereka.

Baca juga: Komitmen OCBC Dorong Green Mortgage Hingga Green Building

Porsi transaksi wealth melalui kanal digital meningkat dari 30 persen pada 2024 menjadi 44 persen pada 2025. Selain itu, jumlah transaksi obligasi melalui platform digital tumbuh 50 persen secara tahunan (yoy) dengan volume meningkat 89 persen secara tahunan.

Dalam lima tahun terakhir, frekuensi aktivitas nasabah melalui kartu kredit, kartu debit, QRIS, dan pembayaran tagihan juga tumbuh dengan CAGR sebesar 68 persen. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kebutuhan transaksi sehari-hari, lifestyle, dan pengelolaan wealth kini semakin terhubung dalam satu perjalanan finansial yang terintegrasi.

“Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa nasabah membutuhkan mitra untuk pertumbuhan aset jangka panjang. Dengan skala yang semakin kuat, expertise yang semakin dalam, dan ekosistem yang semakin terintegrasi, kami ingin membantu lebih banyak individu, keluarga, dan pelaku usaha untuk mengelola, melindungi, dan mengembangkan wealth mereka dengan lebih optimal,” bebernya.

Baca juga: Biar KPR Cepat Disetujui Bank, Simak Tips OCBC

Guna menjawab kebutuhan nasabah yang semakin beragam, OCBC menghadirkan tiga layanan utama yang dirancang sesuai dengan profil dan kebutuhan masing-masing nasabah. Nyala by OCBC hadir bagi nasabah yang menginginkan kemudahan mengelola kebutuhan finansial dan wealth secara digital.

Sementara itu, OCBC Premier Banking menawarkan layanan komprehensif yang didukung oleh Relationship Manager dan tim Wealth Management berpengalaman. Bagi nasabah ultra-high-net-worth, OCBC Private Bank menyediakan layanan pengelolaan kekayaan dan perencanaan warisan.

Didukung oleh ekosistem grup yang mencakup pasar modal melalui PT OCBC Sekuritas Indonesia (PTOS), layanan asuransi jiwa melalui PT Great Eastern Life Indonesia (GELI), memungkinkan OCBC untuk menghadirkan solusi yang lebih menyeluruh, mulai dari pengelolaan likuiditas, proteksi, investasi, hingga perencanaan wealth lintas generasi. Ekosistem ini memungkinkan OCBC untuk mendampingi nasabah secara lebih holistik dalam berbagai kebutuhan finansial maupun personal mereka.

Dengan dukungan OCBC group dalam menghadirkan insights, dapat memperkuat layanan yang dimiliki oleh OCBC dari kemudahan memantau portofolio, mengakses insight pasar, hingga melakukan berbagai keputusan finansial secara mandiri melalui platform digital yang terintegrasi.

Baca juga: OCBC Paparkan 3 Implikasi Besar Konflik Timur Tengah untuk Bisnis dan Investasi

Memasuki usia ke-85 tahun, pengalaman panjang OCBC di Indonesia yang dipadukan dengan berbagai kapabilitas menjadi fondasi penting dalam memperkuat layanan wealth management di tengah meningkatnya kebutuhan nasabah terhadap akses produk, layanan, insight, hingga konektivitas luas.

“Bagi kami, wealth management bukan hanya tentang menyediakan produk investasi tetapi bagaimana kami dapat berjalan berdampingan dengan nasabah. Dengan kekuatan ekosistem yang semakin lengkap, kami ingin membantu nasabah tidak hanya menangkap peluang pertumbuhan aset tetapi juga melindungi keluarga dan aset mereka dengan beragam solusi proteksi,” pungkas Johannes.

Berita Terkait

Ekonomi

Pakar UGM: Narasi Optimis Pemerintah Tidak Sesuai dengan Realitas

Terdapat jarak yang makin lebar antara narasi optimis pemerintah...

Menkeu: Supaya Ekonomi Bisa Tumbuh 8 Persen, Cukupi Likuiditas Perbankan

Pemerintah menyiapkan dua mesin pertumbuhan dengan menggabungkan kekuatan belanja...

Kebijakan WFH Sehari dalam Seminggu Berlanjut Juni-Juli

Pemerintah masih mempersiapkan sejumlah regulasi lintas kementerian/lembaga, terkait kebijakan...

Prabowo Targetkan Ekonomi 2027 Tumbuh Hingga 6,5 Persen

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan...

Berita Terkini