Kamis, Mei 14, 2026
HomePasar PropertiProperti Seken di Beberapa Kota Jawa Tengah Menjanjikan

Properti Seken di Beberapa Kota Jawa Tengah Menjanjikan

Pertumbuhan pasar properti khususnya untuk properti seken bukan hanya didominasi wilayah Jabodetabek. Kota-kota di Jawa Tengah pun pasar properti sekennya bertumbuh cukup bagus dengan aktifnya transaksi properti di wilayah ini. Menurut Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Susanto, saat ini di kota-kota Jawa Tengah banyak bermunculan perusahaan-perusahaan agen properti maupun agen properti yang beroperasi perorangan.

“Kalau di suatu wilayah banyak bermunculan perusahaan agen properti itu artinya pasar properti di wilayah tersebut cukup atraktif. Di Tegal, Pekalongan, Purwakarta, Solo, dan Semarang banyak bermunculan agen properti lokal baru yang menandakan aktifitas jual-beli properti di wilayah ini sangat bagus,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Jumat (3/4).

Ilustrasi
Ilustrasi

Khusus untuk Semarang, saat ini bahkan mulai banyak ditawarkan properti highrise walaupun yang terkuat tetap penawaran perumahan. Untuk wilayah Solo, aktifitas properti di daerah ini berkembang salah satunya didorong oleh aktifitas perekonomiannya yang semakin tinggi ditambah adanya dua mal baru selain dibangunnya rumah sakit dan apartemen.

“Solo itu atraktif banget walaupun tetap masih lebih tinggi Semarang. Di Solo banyak pendorongnya dari sisi bisnis karena di kota ini banyak industri tekstil, plastik, maupun furnitur. Kenaikan harganya bisa mencapai 30 persen per tahun khususnya di kawasan Solo Baru maupun Colomadu,” lanjutnya.

Hanya saja belakangan ini industri properti secara umum tengah melemah khususnya untuk properti baru yang ditawarkan developer. Hal ini terkait dengan aturan loan to value (LTV) yang membatasi pemberian KPR maksimal 70 persen dan akan semakin berkurang untuk rumah kedua dan seterusnya.

Kemudian juga genjarnya pemerintah menelisik pajak dari sektor properti yang membuat kalangan investor menjadi sangat selektif dalam hal transaksi propertinya. “Kondisinya lagi tiarap karena yang punya duit wait and see terkait LTV dan pajak. Pajak itu detil memeriksa semua transaksi properti, jadi kalangan investor ini pada menunggu,” tandasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Mandiri: Penjualan Eceran Tetap Akan Meningkat, Ditopang Liburan dan Belanja

Survei Penjualan Eceran yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) memprakirakan...

LPEM FEB UI Ragukan Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Ini Alasannya

Peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi...

April Konsumen Tahan Belanja, Perbanyak Tabungan

Survei Konsumen Bank Indonesia April 2026 yang dipublikasikan awal...

Berita Terkini