Sabtu, Juni 6, 2026
HomeBerita PropertiCitra Maja Raya Punya Shelter Kereta Komuter Sendiri

Citra Maja Raya Punya Shelter Kereta Komuter Sendiri

Perumahan dirancang sebagai kawasan terpadu berbasis transit oriented development (TOD).

Salah satu daya tarik kota baru CitraMaja Raya (2.000 ha) di desa Curuk Badak dan Pasir Kembang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak (Provinsi Banten), lokasinya hanya sekitar 1 km dari stasiun kereta komuter Maja yang dilintasi kereta komuter double track Jakarta-Serpong-Tigaraksa-Parung Panjang-Maja-Rangkasbitung. Menurut data Komunitas Penumpang Commuter Line Jabodetabek, waktu tempuh dari Maja ke Jakarta (Tanah Abang) sekitar 1 jam 34 menit melewati 16 stasiun dengan tarif Rp7.000 per penumpang sekali jalan.

Kereta berangkat paling pagi jam 04.45 dan sampai di stasiun Tanahabang jam 06.10. Sedangkan pada malam hari keberangkatan terakhir dari stasiun Tanahabang jam 23.00 dan tiba di stasiun Maja jam 24.22. Jadwal keberangkatan rata-rata satu jam sekali. Karena lokasinya itu, Ciputra Group mengembangkan CitraMaja Raya sebagai kawasan terpadu berbasis transportasi massal atau yang populer disebut transit oriented development (TOD). Untuk mendukung konsep itu, pengembang akan membangun akses pejalan kaki dan pesepeda dari stasiun ke semua klaster huniannya, serta terminal angkutan umum dari CitraMaja Raya menuju stasiun dan sebaliknya.

“Untuk makin memudahkan mobilitas penghuni, kami juga sedang mengajukan izin pembangunan shelter kereta komuter di kawasan CitraMaja Raya,” kata Yance Onggo, GM Marketing PT Ciputra Residence (Ciputra Group), pengembang CitraMaja Raya. Karena konsep pengembangannya itu HousingEstate mengganjar CitraMaja Raya dengan Green Property Awards 2017 sebagai perumahan berskala kota hijau kategori green transportation.

Antara lain karena konsep pengembangannya itu, animo masyarakat membeli rumah di CitraMaja Raya luar biasa. Sejak dipasarkan 2,5 tahun lalu, developer sudah berhasil menjual 10.000 unit lebih, terdiri dari 8.608 rumah dan 500 ruko di pengembangan tahap satu seluas 430 ha. Sementara di pengembangan tahap dua terjual 705 rumah di klaster Cendana dan Padmam, 549 unit di klaster Banyan, dan sekitar 200 unit di klaster Damar.

Sebagian besar pembangunan rumah di area pengembangan tahap satu berikut infrastruktur pendukungnya sudah rampung, sehingga dapat segera diserah-terimakan kepada konsumennya. Sejalan dengan jadwal serah-terima itu, semester dua 2017 ini dikebut pembangunan fasilitas baru seperti komplek ruko di bulevar utama, pusat lifestyle Eco Plaza, supermarket, pasar modern, water park, terminal angkutan umum, sport club, sarana ibadah, dan lain-lain.

“Kami berupaya saat penghuni perumahan mulai banyak, sudah tersedia fasilitas yang mereka butuhkan. Ruko misalnya, akhir tahun depan atau paling lama awal 2019 sudah ada yang siap dipakai untuk membuka usaha,” jelas Yance. Saat ini masih dipasarkan rumah di klaster Damar, mulai rumah sederhana tipe Jaati 22/60 seharga Rp155 jutaan/ unit sampai tipe Dravanti 27/72 Rp193 jutaan dan tipe Taruni 36/72 Rp217 jutaan.

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu Purbaya: Perbaikan Ekonomi Benar-Benar Terjadi, Lonjakan Penerimaan Pajak Buktinya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, kinerja perekonomian Indonesia...

Wamenkeu Suahasil: Kredibilitas dan Komunikasi Pemerintah, Kunci Menjaga Kepercayaan Pasar

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan, kredibilitas dan...

Dolar AS Perkasa, Kunjungan Turis Asing Meninggi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Selasa (2/6/2026), jumlah kunjungan...

Berita Terkini