Sejak 1996 Crown Group Telah Bangun 22 Proyek Senilai Lebih Rp30 Triliun
Pengembang Australia Crown Group memberikan refleksi akhir tahun 2019 terkait kinerja perusahaannya mengembangkan berbagai proyek properti. Iwan Sunito, orang Indonesia yang menjadi founder dan CEO Crown Group menyebut perusahaannya telah mengembangkan 22 proyek hunian di kota Sydney, Australia.
“Dimulai di kawasan Bondi Junction, tidak terasa kami sudah menyelesaikan 22 proyek hunian. Saat ini masih ada dua proyek lagi dalam tahap pembangunan. Yaitu, Mastery by Crown Group dan Eastlakes Live by Crown Group. Selain dua ini kami juga memiliki tiga proyek dalam tahap perencanaan di Melbourne dan Brisbane (Australia), serta Los Angeles (Amerika Serikat),” kata Iwan melalui siaran pers di Jakarta, Selasa (10/12/2019).
Crown Group juga telah mengalami pertumbuhan yang disebut Iwan sebagai “quantum leap” dalam lima tahun terakhir sebesar Rp18 triliun, dengan nilai proyek yang telah diselesaikan mencapai lebih Rp30 triliun. Crown Group sendiri didirikan tahun 1996. Dalam perjalanan perusahaan selama 23 tahun itu, Crown Group telah meraih 35 penghargaan berskala nasional dan internasional.
Konsep Crown Group, bukan hanya mengembangkan sebuah bangunan tapi konsep serta penyediaan fasilitas yang tepat untuk segmen yang disasar guna menciptakan sebuah legasi pada setiap produk yang dikembangkan.
Karena itu beberapa arsitek dunia kerap menjadi mitra pengembangan proyek Crown Group. Sebut saja arsitek asal Jepang yang kerap meraih penghargaan, Koichi Takada, yang mendesain proyek Skye by Crown Group, Arc by Crown Group, dan Infinity by Crown Group.
Kemudian SJB Architects yang mendesain Waterfall by Crown Group, dan Allen Jack+Cottier yang merancang V by Crown Group. Selain itu masih ada Kengo Kuma yang disebut dewa arsitek dari Jepang yang merancang proyek terbaru Crown Group, Mastery by Crown Group. Seluruh proyek ini meraih penghargaan bergengsi dari berbagai instansi dalam dan luar negeri.
“Semua pencapaian ini seperti mimpi saat kami mendirikan perusahaan bersama Paul Sathio tahun 1996. Desain yang cantik, artistik, dan mengedepankan teknologi selalu menjadikan pembeda kami dengan yang lain. Makanya kami konsisten bekerja sama dengan arsitek-arsitek terbaik dunia untuk menghadirkan mahakarya dengan garis modern yang membuat setiap penghuni bangga dengan tempat tinggal mereka. Semua konsistensi ini terbayar dengan semakin dikenalnya Crown Group sebagai perusahaan pengembang global. Ini bukan pencapaian yang mudah karena kita berkompetisi di negeri orang,” jelas Iwan.
Ke depan Crown Group akan bertransformasi dari development centric company menjadi development and recurring income company, selain akan membawa Crown Group menjadi perusahaan terbuka dalam waktu dekat.
Salah satu konsumen Crown Group asal Indonesia, Erick Ngoei menyebutkan beberapa alasan membeli hunian yang dibangun Crown Group. “Alasan utama saya memiliki hunian Crown Group, karena yang mereka bangun bukan hanya hunian tapi karya seni arsitektur dengan kualitas pengerjaan yang luar biasa. Memiliki konsep yang kuat di setiap pengembangan produknya dan itu tidak bisa didapatkan di pengembang lain di Australia,” katanya.