HousingEstate, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) terus mempercepat pembangunan akses jalan tol untuk memperlancar aksesibilitas antar wilayah. Pada tahun ini juga tengah disiapkan pembangunan delapan ruas jalan tol baru yang akan menghubungkan berbagai kawasan strategis dan pertumbuhan di Pulau Jawa dan Bali.

Pembangunan jalan tol ini juga dilaksanakan untuk menggairahkan investasi produktif melalui pembangunan infrastruktur konektivitas khususnya saat situasi pandemi Covid-19. Menurut Menpupera Basuki Hadimuljono, kedelapan ruas tol yang akan dibangun ini memiliki total panjang mencapai 374 km dengan investasi mencapai Rp100 triliun.

“Pembangunanan jalan tol ini akan segera dilakukan dan dipastikan bisa beroperasi penuh pada tahun 2023 mendatang. Selain memperlancar konektivitas, mengurangi biaya logistik, hingga meningkatkan daya saing bangsa, pembangunan jalan tol ini juga diharapkan bisa membawa dampak langsung pada perekonomian masyarakat yang terdampak karena pandemi,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (10/9).

Basuki merinci, kedelapan ruas tol tersebut. Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo (96,57 km), tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (60,1 km), tol Kertajati-Cipali (3,6 km), dan tol North-South Link Bandung (14,2 km). kemudian Harboer Road Tanjung Priok-Pluit (8,9 km), tol Yogyakarta-Bawen (75,83 km), tol Gilimanuk-Mengwi (95,22 km), serta tol Kediri-Kertosono (20,3 km), dan tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo (96,57 km).

Khusus untuk ruas tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo dapat memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan perekonomian masyarakat karena merupakan kawasan segitiga emas Yogyakarta-Solo-Semarang (Joglosemar). Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, infrastruktur adalah salah satu tumpuan ekonomi Indonesia karena dapat menyerap banyak tenaga kerja dan produk dalam negeri.

“Dengan kerja sama yang baik saya yakin target pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi dapat kita capai. Jalan tol ini nantinya akan menghubungkan juga ibukota dengan Provinsi DIY, Kota Solo, hingga akses ke destinasi pariwisata seperti Candi Prambanan menjadi lebih mudah,” katanya.