Sabtu, Mei 30, 2026
HomeBankKinerja Bank BRI Baik, Jadi Fondasi untuk Tetap Ekspansif

Kinerja Bank BRI Baik, Jadi Fondasi untuk Tetap Ekspansif

Bank BRI berhasil menunjukkan kinerja keuangan yang solid dan resilien di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Hingga akhir triwulan pertama 2026, Bank BRI mampu menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dengan tetap mengedepankan prinsip prudential banking dan manajemen risiko yang disiplin.

Menurut Direktur Finance & Strategy Bank BRI Achmad Royadi, dari sisi likuiditas, Bank BRI mencatatkan rasio likuiditas yang tetap kuat dan berada jauh di atas ketentuan regulator dengan loan to deposit ratio (LDR) tercatat 86,7 persen.

“Menurut kami dilihat dari sisi LDR ini masih sangat ideal dalam hal mengelola fungsi intermediary, artinya tidak terlalu ketat namun juga cukup optimal untuk mendorong pertumbuhan kredit ke depan,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterbitkan Sabtu (30/5).

Dari sisi struktur pendanaan, Bank BRI terus menunjukkan perbaikan yang signifikan khususnya dalam pengelolaan biaya dana dan komposisi dana murah. Cost of fund berbasis dana pihak ketiga berhasil ditekan dari 3,0 persen pada triwulan pertama 2025 menjadi 2,3 persen pada triwulan pertama 2026, atau turun sebesar 65 basis poin.

Baca juga: Hingga Mei Realisasi Penyaluran KUR Perumahan Baru Rp16,8 Triliun, Rp9,2 Triliun Disumbang BRI

Penurunan ini mencerminkan efektivitas strategi perusahaan dalam mengoptimalkan struktur funding, khususnya melalui peningkatan porsi dana murah. Hal tersebut sejalan dengan peningkatan rasio CASA yang naik dari 65,8 persen di triwulan pertama 2025 menjadi 68,1 persen di triwulan pertama 2026.

“Yang juga penting, kami menjaga disiplin dalam pengelolaan likuiditas ini secara konsisten. Hal ini tidak hanya untuk memastikan kecukupan dana tetapi juga berdampak langsung pada efisiensi biaya dana (cost of fund) serta kualitas struktur pendanaan yang semakin optimal,” imbuhnya.

Dari sisi permodalan, posisi Bank BRI saat ini sangat kuat. Hal tersebut tercermin Capital Adequacy Ratio (CAR) perusahaan berada di level 22,90 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator bagi Bank BRI sebagai bank sistemik.

Baca juga: Hingga Mei BRI Baru Realisasikan KPR FLPP 12.500 Unit dari Kuota 60.000 Unit

Dengan level permodalan tersebut, Bank BRI memiliki kapasitas yang cukup besar untuk mendukung ekspansi bisnis secara prudent sekaligus memberikan buffer yang memadai dalam menyerap berbagai potensi risiko ke depan.

Artinya, struktur permodalan Bank BRI saat ini benar-benar memberikan ruang yang fleksibel untuk terus mendorong pertumbuhan kredit, khususnya di segmen UMKM dan pembiayaan produktif, tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.

“Ke depan kami akan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan likuiditas dan ketahanan permodalan sehingga Bank BRI dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Harga BBM Subsidi Tidak Naik, Kemenperin Klaim Kinerja Manufaktur Mei Jadi Moncer

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat kinerja manufaktur tetap berada di...

Strategi Anggaran dan Utang Serba 3 Ala Kemenkeu untuk Jaga Ekonomi

Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat perang tarif hingga...

Wamenkeu Suahasil: Pemangkasan Anggaran 2025 Terbukti Tidak Ganggu Pertumbuhan Ekonomi

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan, tahun lalu pemerintah...

Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Siapkan Aneka Stimulus Ini pada Semester II

Pemerintah terus mengevaluasi kebijakan bekerja dari rumah atau work...

Berita Terkini