HousingEstate, Jakarta - BUMN PT Sarana Multigriya Finansial (Persero/SMF) mengalirkan pembiayaan untuk KPR syariah atau KPR iB kepada Bank DKI sebesar Rp500 miliar. Penyaluran KPR iB sebesar ini dilakukan dengan skema replacement financing menggunakan akad mudharabah muqayyadah atau akad antara shahibul maal (pemilik dana) dengan midharib (pengelola dana) dengan beberapa persyaratan maupun ketentuan penggunaan dana tersebut untuk dikelola sebagai special investment.

SMF sendiri terus memperbesar penyaluran pembiayaan untuk digunakan bank penyalur pembiayaan perumahan termasuk ke Bank DKI. Hal ini merupakan bagian dari sinergi SMF untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) khususnya di sektor perumahan terkait dengan pandemi Covid-19. Kerja sama ini juga untuk memperluas akses kepemilikan hunian yang layak dan terjangkau untuk kalangan ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

“Kami sangat optimstis ke depan sinergi antara kedua belah pihak yang telah terjalin akan semakin baik. Oleh karena itu kami mengajak kepada seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia agar berkolaborasi bersama menggerakan sektor perumahan di masa pandemi ini dan kami akan terus  berupaya untuk memaksimalkan kemampuan BPD dalam mendorong pertumbuhan kredit khususnya yang terdampak pandemi,” ujar Ananta Wiyogo, Direktur Utama SMF dalam siaran pers yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (23/9).

Pemerintah juga sangat mendorong sektor perumahan bisa menjadi leading sector untuk mendongkrak perekonomian nasional khususnya dengan industri ikutan yang akan ikut terkerek mencapai 170-an industri. Kerja sama SMF-Bank DKI ini juga akan dilanjutkan dengan pengaplikasian electronic mortgage management system (EMMS) untuk mendorong efektivitas Bank DKI dalam melakukan originalitas KPR iB yang disalurkan serta program capacity building untuk mendukung peningkatan kapasitas personel dalam penyaluran KPR iB.

Direktur Bank DKI Babay Parid Wazdi menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan SMF terkait penyaluran pembiayaan ini dan ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara perusahaan BUMN dan BUMD.

“Dengan likuiditas yang bertambah akan meningkatkan penyaluran pembiayaan kami untuk sektor perumahan. Model kerja sama pembiayaan antara SMF dengan BPD di berbagai daerah juga bisa meningkatkan pengembangan pembiayaan perumahan di daerah-daerah,” katanya.

Dengan peyaluran pinjaman sebesar Rp500 miliar ini, maka total penyaluran pinjaman yang telah disalurkan oleh SMF dengan akad syariah kepada bank penyalur KPR per Januari hingga saat ini telah mencapai Rp3,95 triliun.