Minggu, Mei 17, 2026
HomeBerita PropertiRumah di The Sanctuary Laris, Ini Pembelinya

Rumah di The Sanctuary Laris, Ini Pembelinya

Selalu ada kejutan-kejutan baru di saat krisis.  Kali ini kejutan datang dari The Sanctuary Collection, perumahan seluas 25 ha di kawasan Sentul City, Sentul, Bogor.  Tidak seperti kebanyakan perumahan yang kesulitan memasarkan produknya saat pandemi Covid-19, The Sanctuary justru  laris manis. Padahal harga rumahnya paling murah Rp2 miliar, bahkan sekarang sudah naik menjadi Rp2,1 miliar. Cerita sukses sebelumnya datang  dari BSD City, Serpong, Tangerang, Banten.  Township besutan Sinar Mas Land (SML) itu setahun terakhir sukses memasarkan delapan klaster sebanyak 1.000 rumah. Harga rumahnya berkisar Rp900 jutaan- 1,5 miliar.

The Sanctuary mengundang perhatian banyak orang mengingat proyek besutan PT Cipta Harmoni Lestari (Harita Group) ini merupakan proyek baru. Di lokasi baru dibangun empat rumah contoh dan marketing gallery. Selain itu Bogor bukanlah kawasan favorit investor.  Tanglin Parc, klaster pertama seluas 5,5 ha yang mencakup 160 rumah habis lebih cepat dari  yang direncanakan. “Semula penjualannya ditargetkan selesai pada Februari 2021, ternyata pada Januari sudah sold out” ujar Andreas Audyanto, Chief Operating Officer (COO) The Sanctuary Collection kepada housingestate.id di Bogor, pekan lalu.

Ada empat tipe yang dipasarkan 122,5/91, 125/91, 176/120, 225/150 seharga Rp2,1 – 4,2 miliar. Tipe hoek yang tanahnya lebih luas harganya mencapai Rp6 miliaran. Menyusul habisnya klaster pertama pada pertengahan Januari lalu diluncurkan klaster kedua New Spring (3,2 ha/120 unit). Tipe rumahnya sama persis dengan klaster sebelumnya.

Audyanto mengatakan, konsumen yang membeli umumnya tertarik dengan konsep The Sanctuary yang menjual rumah siap huni, tidak perlu renovasi lagi. Pertama, setiap rumah tipe terkecil pun sudah menjawab semua kebutuhan ruang dengan ukuran memadai. Setiap  tipe juga memiliki empat kamar tidur, masing-masing dilengkapi kamar mandi. Kecuali untuk tipe kecil ada dua kamar tidur yang kamar mandinya sharing.

Masih menurut Audi, kualitas bangunannya  berstandar  Singapore.  Ini karena The Sanctuary merupakan proyek kongsi Harita Group dengan dua perusahaan Singapore, Parennial Real Estate Holdings Limited dan CNQC. Kemudian  rumah yang dijual ukuran, kualitas, dan spesifikasi bangunannya akan sama persis dengan rumah contoh. “Bahkan rumah yang diserah-terimakan ke konsumen nanti akan lebih bagus dari rumah contoh ini,” katanya.

Daya Tarik lainnya adalah lingkungannya yang hijau, banyak pepohonan, dan view-nya menarik ke Gunung Pancar. Lokasinya juga dekat lapangan golf Sentul Highland. Lingkungan asli Sentul yang indah ini oleh developernya dipadu dengan konsep desain rumah yang menarik dan menyatu dengan alam. Bangunannya didominasi kaca sehingga rumahnya terang, terasa lapang, dan view-nya indah.

Pembelinya para enduser yang tertarik dengan keindahan dan kenyamanan lingkungan Sentul.  Konsumen investor hanya sekitar 20-25 persen saja. Pada akhir pekan suasana marketing gallery The Sanctuary cukup riuh. Suasananya tidak seperti krisis. Saat housingestate.id di lokasi, dari jam 10 pagi hingga sore calon konsumen berdatangan silih berganti melihat rumah contoh. Mereka umumnya datang bersama keluarga, bawa anak, sebagian orang tua. Usia mereka rata-rata di bawah 50 tahun, bahkan ada milenial belum genap 40 tahun ikut jadi pembeli.  Profesinya youtuber  dan datang mengendarai Ferari.

Karena bukan investor  para konsumen perlu dating 2-3 kali sebelum membuat keputusan membeli. Devie Ra misalnya, seorang ibu muda umur 30-an tahun memutuskan beli pada kedatangannya yang kedua. “Pertama datang saya langsung tertarik dengan layout ruang dan kualitas bangunannya. Tidak perlu renovasi. Lingkungannya juga masih adem dan asri. Datang yang kedua saya putuskan beli,” katanya. Rumahnya  akan dipakai Devie untuk week end.  Ia sehari-hari akan tetap tinggal di Cibubur, rumahnya saat ini, agar lebih dekat menuju kantornya di Kuningan, Jakarta.

Audyanto menyebutkan, pemasaran proyeknya banyak dibantu oleh para pengunjung yang sudah lihat rumah contoh dan lokasi The Sanctuary.  Informasinya disampaikan dari mulut ke mulut ke teman, keluarga, dan kliennya. Contohnya Devie tadi dia datang ke The Sanctuary setelah diberitahu koleganya.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Mandiri: Penjualan Eceran Tetap Akan Meningkat, Ditopang Liburan dan Belanja

Survei Penjualan Eceran yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) memprakirakan...

LPEM FEB UI Ragukan Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Ini Alasannya

Peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi...

April Konsumen Tahan Belanja, Perbanyak Tabungan

Survei Konsumen Bank Indonesia April 2026 yang dipublikasikan awal...

Berita Terkini