Selasa, April 21, 2026
HomeNewsEkonomiMencemaskan, Penjualan Eceran Merosot

Mencemaskan, Penjualan Eceran Merosot

Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dirilis Bank Indonesia (BI) hari ini (11/6/2024) mengungkapkan kabar yang kurang menggembirakan. Pada April 2024, penjualan eceran yang tergambar dari Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 236,3 poin mengalami kontraksi 2,7% dibanding April 2023 (yoy).

Penurunan penjualan eceran itu merupakan indikasi melemahnya konsumsi masyarakat. Padahal, konsumsi masyarakat berkontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi, sekitar 53-55%.

Kontraksi lebih dalam pada pejualan eceran April itu, tertahan oleh Kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang masih mencatatkan pertumbuhan positif. Tidak dijelaskan penyebab merosotnya penjualan eceran tersebut.

Sementara secara bulanan (mtm), penjualan eceran April masih tumbuh tipis 0,4% dibanding Maret. Terutama didorong oleh Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, Barang Budaya dan Rekreasi, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau sejalan dengan kegiatan masyarakat saat HBKN Idulfitri.

Pada Mei 2024 situasinya berkebalikan dengan April. BI memperkirakan penjualan eceran pada Mei 2024 secara tahunan (yoy) kembali meningkat. Hal itu tecermin dari IPR Mei 2024 yang mencapai 233,9 atau tumbuh 4,7%.
Peningkatan tersebut didorong oleh Subkelompok Sandang, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Suku Cadang dan Aksesori.

Sedangkan secara bulanan (mtm), penjualan eceran Mei diperkirakan terkontraksi 1,0%, sejalan dengan normalisasi aktivitas masyarakat pasca Idul fitri. Kontraksi lebih dalam tertahan oleh beberapa kelompok yang masih tumbuh positif. Yaitu, Kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

Sepanjang triwulan II-2024 (April-Juni) BI memperkirakan penjualan eceran tumbuh 1,0% secara tahunan. Jauh lebih rendah dibanding perumbuhan triwulan sebelumnya yang 5,6%. Beberapa kelompok yang masih tumbuh adalah suku cadang dan aksesori, makanan, minuman dan tembakau, serta bahan bakar kendaraan bermotor.

Baca juga: Cicilan Utang Meningkat, Konsumen Kurangi Belanja

Menurut BI, responden yang disurvei menyatakan, penjualan eceran akan meningkat pada Juli dan Oktober (awal triwulan III dan IV). tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Juli dan Oktober 2024 tercatat sebesar 137,2 dan 143,7. Lebih tinggi dari 127,5 dan 140,4 pada periode sebelumnya.

Peningkatan IEP Juli 2024 didorong tahun ajaran baru sekolah dan program diskon tengah tahun. Seiring peningkatan penjualan eceran itu, tekanan inflasi Juli dan Oktober (tiga dan enam bulan yang akan datang), juga diperkirakan naik.

Tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli dan Oktober 2024, masing-masing sebesar 142,5 dan 142,0. Lebih tinggi dibanding IEH bulan sebelumnya sebesar 140,1 dan 134,5.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini