Selasa, April 21, 2026
HomeNewsEkonomiKuartal II 2024 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menurun

Kuartal II 2024 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menurun

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2024 mencapai 5,05 persen. Melambat secara tahunan (year on year/YoY) dibanding kuartal I-2024 yang tercatat 5,11 persen, juga dibanding kuartal II-2023 yang mencapai 5,17 persen.

Menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/8/2024), perekonomian Indonesia berdasarkan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II 2024 mencapai Rp5.536 triliun atas harga berlaku, dan Rp3.231 triliun atas harga konstan.

Sementara secara kuartalan (qtq), pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 3,79 persen. Sedangkan secara tahun kalender (ctc) atau selama semester I-2024, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,08 persen.

Baca juga: Triwulan I-2024 Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11%

Konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar. Kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024 mencapai 2,62 persen. “Konsumsi rumah tangga meningkat 4,93 persen (YoY) pada kuartal dua dari 4,91 persen pada kuartal pertama,” kata Mahmud.

Kontributor terbesar kedua terhadap pertumbuhan ekonomi adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 1,32 persen, ekspor-impor 0,25 persen, konsumsi LNPRT 0,12 persen, dan konsumsi pemerintah 0,10 persen.

Menurut lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor konstruksi (7,29 persen), diikuti lainnya 6,12 persen, perdagangan dan reparasi 4,86 persen, industri pengolahan 3,95 persen, pertanian 3,25 persen, dan pertambangan & penggalian 3,17 persen.

Jawa masih menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar (57,04 persen) dan Sumatera (22,08 persen) kendati pertumbuhan ekonominya di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.

Penyumbang pertumbuhan ekonomi berikutnya Sulawesi, Kalimantan, Bali Nusra, dan Maluku Papua yang pertumbuhan ekonominya jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini