Selasa, Juni 9, 2026
HomeApartmentTrendsetter Hunian Dari Koridor Barat

Trendsetter Hunian Dari Koridor Barat

Kalau dulu hunian vertikal kerap dianggap untuk menampilkan gengsi ataupun investasi, seiring perkembangan zaman konsep hunian highrise bisa menjadi solusi yang tepat. Kawasan dengan beragam fungsi properti atau mixed use (superblok) banyak dihadirkan developer karena tren masyarakat yang membutuhkan sebuah kawasan yang lengkap.

Menurut Hendra Hartono, CEO Leads Property Services Indonesia, konsep hunian vertikal di dalam kawasan mixed use kian diminati karena menawarkan kemudahan, kepraktisan, maupun efisiensi dengan kawasan yang lengkap dan didukung aksesibilitas yang mudah.

“Berbagai township yang banyak dikembangkan menjadi tren untuk menjawab kebutuhan dan perkembangan pasar terlebih dengan harga rumah tapak (landed house) yang semakin mahal sehingga highrise menjadi opsi. Kawasan mixed use dengan kemudahan akses jalan maupun jalan tol menjadi pertimbangan utama orang menentukan lokasi huniannya,” ujarnya saat menjadi pembicara diskusi bertema Kondominium Menjadi Trensetter Hunian di New Territory di Elevee Alam Sutera, Senin (9/9).

Segmen pekerja perkotaan merupakan pasar utama yang membutuhkan konsep hunian di kawasan mixed use karena menawarkan convenience dibandingkan menghadapi kemacetan dan berbagai kendala lainnya. Setidaknya unit apartemen yang dijadikan rumah transit masih akan terus berlangsung bagi kalangan komuter maupun yang memiliki rumah tapak di pinggiran kota.

Pandemi Covid-19 yang lalu juga menghadirkan banyak penyesuaian, misalnya unit apartemen yang lebih luas untuk hunian sekaligus tempat bekerja (work from home). Ada juga segmen keluarga yang merasakan maintenance rumah tapak yang merepotkan dan mahal sehingga memilih berhunian di highrise building.

Area yang sudah well established atau yang sudah hidup dan matang terlebih berkonsep transit oriented development (TOD) juga semakin diminati karena terkoneksi dengan transportasi publik untuk memudahkan aksesibilitas ke berbagai spot dengan mudah, cepat, dan murah.

“Koridor barat telah menjadi trendsetter untuk industri properti di Jabodetabek terlebih dengan banyaknya pengembangan township sehingga kawasannya menjadi new territory yang menjanjikan. Koridor barat juga dikembangkan dengan perencanaan dan konsep yang kuat sehingga melahirkan pride dan prestige untuk hunian, bisnis, hingga lifestyle,” imbuhnya.

Baca juga: Menengok Penerapan ESG di Township Barat Jakarta

Konsep-konsep seperti itu yang terus diwujudkan salah satunya oleh PT Alam Sutera Realty Tbk, pengembang Township Alam Sutera (1.000 ha). Di atas lahan seluas 4 ha, saat ini tengah dikembangkan Elevee Condominium di dalam kawasan CBD baru Escala (19 ha) dengan fasilitas premium yang lengkap.

“Alam Sutera dikembangkan sejak 30 tahun lalu dan untuk mencapai kondisi hingga saat ini membutuhkan waktu yang panjang. Elevee Condominium dihadirkan untuk menjawab kebutuhan yang sesuai target market seperti unit apartemen yang luas dengan fasilitas forest park untuk kenyamanan kawasannya,” kata Alvin Andronicus, Chief Marketing Officer (CMO) Elevee Condominium.

Saat ini Elevee Condominium tengah berprogres untuk menuju fase topping off yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 untuk target serah terima akhir tahun 2025. Dari dua tower yang saat ini dibangun tersisa 150 unit dari 550 unit yang dipasarkan dengan harga mulai Rp2,5 miliar (tipe 87,8 m2).

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini