Selasa, Mei 19, 2026
HomeBerita PropertiSiteminder Gelar Webinar Internasional untuk Navigasi Kondisi Bisnis Hotel Saat Ini

Siteminder Gelar Webinar Internasional untuk Navigasi Kondisi Bisnis Hotel Saat Ini

Platform distribusi dan pendapatan hotel Siteminder mengumumkan peluncuran rangkaian webinar global terbaru Risk, Resilience & Revenue-Navigating Hotel Demand in 2025 yang akan berlengasung sepanjang bulan Juni 2025. Event ini akan mempertemukan para pemimpin industri untuk memaparkan strategi praktis berbasis data kepada para pelaku hotel dalam mengoptimalkan pendapatan di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

Data Siteminder mengungkap, hotel-hotel di seluruh dunia mengalami penurunan pemesanan sebesar 1,17 persen pada Juni-Agustus 2024. Untuk wilayah Asia Tenggara dan Taiwan penurunan pemesanan mencapai 2,35 persen dengan Indonesia mencatat penurunan marginal sebesar 0,13 persen.

Penurunan ini sebagian dipengaruhi oleh menurunnya pemesanan dari Amerika Serikat ke kawasan tersebut sebesar 3,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata tarif harian (Average Daily Rate/ADR) properti di Indonesia turun menjadi 222,33 dollar Amerika untuk periode Juni-Agustus yang bertepatan dengan musim kemarau di negara tersebut, turun sebesar 5,07 persen dari 234,20 dollar pada tahun lalu.

Penurunan ini lebih tajam dibandingkan dengan penurunan rata-rata sebesar 3,72 persen di kawasan Asia Tenggara dan Taiwan. Malaysia menjadi satu-satunya negara di wilayah tersebut yang mencatat kenaikan tahunan yang meningkat 8,28 persen menjadi 192,44 dollar.

Menurut SiteMinder, wisatawan domestik menyumbang lebih dari 50 persen dari total pemesanan di Indonesia selama empat bulan pertama tahun 2025. Angka ini melampaui tamu internasional dan menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 saat pemesanan domestik mencapai puncaknya sebesar 47 persen.

Baca juga: Tren Hotel 2025 Berubah, Begini Preferensi Orang Indonesia

Menurut Market VP Asia Pacific Siteminder Bradley Haines, ketidakpastian dalam lansekap perjalanan saat ini menghadirkan tantangan tapi juga membuka peluang nyata bagi hotel-hotel yang siap beradaptasi dan itu menjadi salah satu alasan diluncurkannya Risk, Resilience & Revenue untuk mempertemukan para pemimpin industri dari berbagai negara agar saling bertukar strategi untuk keberhasilan ke depan.

“Dengan menggabungkan perspektif mereka bersama wawasan pasar yang komprehensif, kami membantu hotel-hotel di Asia Tenggara dan Taiwan mengidentifikasi serta mengambil langkah atas tren yang muncul, memanfaatkan pasar potensial baru, dan menavigasi kompleksitas saat ini. Hal ini bertujuan untuk memberikan kepastian dan keyakinan kepada para pelaku industri perhotelan agar mampu mengubah disrupsi menjadi peluang pertumbuhan,” ujarnya melalui siaran pers yang diterbitkan Kamis (5/06).

Cynthia Ramis, Director of E-Commerce SCOP3 (yang menangani TS Suites Seminyak dan The Purist Villas Ubud) menekankan pentingnya wawasan industri dalam menavigasi lansekap perhotelan saat ini dengan mengikuti webinar untuk mendapatkan wawasan dan strategi taktis langsung dari para pemimpin industri.

“Secara khusus kami berharap dapat mempelajari cara mengadaptasi praktik manajemen pendapatan dan pemasaran secara efektif untuk menghadapi tantangan dan peluang saat ini dalam pasar perhotelan Asia, khususnya di Indonesia sehingga meningkatkan kemampuan kami dalam mengambil keputusan yang tepat dan mendorong kinerja bisnis yang berkelanjutan,” katanya.

Data SiteMinder juga menunjukkan ketahanan sektor perhotelan Indonesia. Di Asia Tenggara, Indonesia mencatat waktu pemesanan terpanjang untuk booking yang dilakukan pada bulan April untuk periode pertengahan tahun yaitu 83,7 hari, meskipun terjadi penurunan tipis sebesar 1,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, rata-rata lama menginap di properti lokal antara Juni dan Agustus meningkat sebesar 2 persen menjadi 2,77 hari.

Berita Terkait

Ekonomi

Audiensi Kadin Indonesia-KLH/BPLH Bahas Green Jobs Hingga Nilai Tambah Hijau

Kamar Dagan dan Industri (Kadin) Indonesia melakukan audiensi dengan...

Triwulan I 2026 Total Utang Pemerintah Hampir Rp10.000 Triliun

Utang pemerintah (dalam rupiah dan valuta asing) terus meningkat....

Berita Terkini