Sabtu, September 5, 2026
HomeNewsEkonomiBank Tidak Kekurangan Likuiditas, Simpanan Masyarakat Terus Meningkat

Bank Tidak Kekurangan Likuiditas, Simpanan Masyarakat Terus Meningkat

Perbankan tidak kekurangan likuiditas. Masalahnya bank berhati-hati menyalurkannya menjadi kredit, khawatir meningkatkan kredit bermasalah di tengah ekonomi yang belum stabil. Bahkan, yang sudah disalurkan pun banyak yang belum ditarik debitur menjadi kredit menganggur.

Buktinya simpanan masyarakat atau dana pihak ketiga (DPK) di perbankan terus meningkat. Menurut laporan Bank Indonesia (BI) Selasa (23/9/2025), pada Agustus 2025 penghimpunan DPK tercatat sebesar Rp9.039,8 triliun. Tumbuh 8 persen secara tahunan (yoy) dibanding 6,8 persen pada Juli 2025.

Pertumbuhan DPK itu didorong kenaikan signifikan giro dan simpanan berjangka atau deposito sebesar 14,3 persen dan 5,4 persen, dibanding 10 persen dan 4,8 persen pada Juli 2025, yang menunjukkan lebih bergairahnya transaksi ekonomi.

Sementara tabungan hanya tumbuh 5,5 persen, dibanding 6,1 persen pada Juli yang mengindikasikan sebagian pemilik uang menarik simpanannya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pertumbuhan DPK Agustus 2025 itu terutama didorong oleh pertumbuhan DPK korporasi sebesasr 15,4 persen dibanding 12,6 persen pada Juli 2025. Sedangkan DPK perorangan menurun dari 0,8 persen pada Juli 2025 menjadi 0,3 persen pada Agustus 2025.

Peningkatan DPK di perbankan itu terjadi saat bunga simpanan menurun. Suku bunga simpanan berjangka atau deposito menurun untuk tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan.

Masing-masing sebesar 4,72 persen, 5,61 persen, 5,97 persen, 4,98 persen, dan 4,45 persen, dibanding Juli 2025 sebesar 4,80 persen, 5,72 persen, 6,07 persen, 5,02 persen, dan 4,47 persen.

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu: Penerimaan Negara Kuat, Juli Defisit Fiskal Baru 0,9 Persen

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, penerimaan negara...

Kemenperin: Agustus Manufaktur RI Masih Ekspansif, S&P Bilang Sebaliknya

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, industri pengolahan atau manufaktur RI...

Agustus Inflasi Kembali Meninggi, Dipicu Kenaikan Harga Bahan Makanan Termasuk Beras

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi...

Berita Terkini