Selasa, April 21, 2026
HomeNewsEkonomiAgustus Surplus Neraca Dagang RI Meningkat Tinggi

Agustus Surplus Neraca Dagang RI Meningkat Tinggi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Rabu (1/10/2025), neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2025 mencatat surplus USD5,49 miliar, meningkat tinggi dibanding surplus Juli 2025 sebesar USD4,17 miliar. Dengan demikian selama 5 tahun 4 bulan tanpa putus Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan.

Surplus yang kian tinggi itu menunjukkan ekspor Indonesia jauh lebih besar dibanding impor. Terutama didukung ekspor berbasis sumber daya alam seperti bahan bakar mineral serta lemak dan minyak hewani/nabati, serta ekspor produk manufaktur seperti kendaraan dan bagiannya.

Pada Agustus 2025, nilai ekspor mencapai USD24,96 miliar, naik 5,78 persen dibanding Agustus 2024, dengan ekspor nonmigas mencapai USD23,89 miliar, naik 6,68 persen dibanding Agustus 2024, sehingga menghasilkan surplus USD7,15 miliar.

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari–Agustus 2025 mencapai USD185,13 miliar, naik 7,72 persen dibanding periode yang sama tahun 2024, dengan nilai ekspor nonmigas mencapai USD176,09 miliar atau naik 9,15 persen.

Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India masih menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.

Baca juga: Neraca Dagang RI Masih Terus Surplus, Ditopang Kenaikan Signifikan Ekspor Produk Manufaktur

Sementara nilai impor Indonesia pada Agustus 2025 mencapai USD19,47 miliar, turun 6,56 persen dibanding Agustus 2024, dengan impor nonmigas turun 7,98 persen menjadi USD16,74 miliar.

Secara kumulatif Januari–Agustus 2025 impor Indonesia mencapai USD155,99 miliar, naik 2,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan nilai impor nonmigas naik 4,85 persen menjadi USD134,88 miliar.

Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia Januari–Agustus 2025 mengalami surplus USD29,14 miliar, yang berasal dari surplus sektor nonmigas USD41,21 miliar, sementara sektor migas defisit senilai US12,07 miliar, dengan defisit pada Agustus 2025 sja mencapai USD1,66 miliar karena impor migas lebih tinggi dibanding ekspor migas.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini