Selasa, April 21, 2026
HomeNewsEkonomiSeptember Orang Indonesia yang Melancong ke Luar Negeri Meningkat Lagi

September Orang Indonesia yang Melancong ke Luar Negeri Meningkat Lagi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan akhir pekan ini, jumlah perjalanan wisatawan nasioal (wisnas) atau WNI ke luar negeri selama Januari–September 2025 mencapai 6,82 juta perjalanan. Meningkat 2,51 persen dibandingkan periode yang sama 2024 (c-to-c).

Selama September 2025 saja, jumlah perjalanan wisnas mencapai 695,91 ribu perjalanan, meningkat 5,25 persen dibandingkan September 2024 (y-on-y), dan naik 1,60 persen dibandingkan Agustus 2025 (m-to-m).

Sebagai perbandingan, pada Agustus 2025 jumlah perjalanan wisnas mencapai 684,93 ribu perjalanan, meningkat 5,61 persen dibandingkan Agustus 2024 (y-on-y), namun anjlok 21,27 persen dibandingkan Juli 2025 (m-to-m).

Sementara jumlah perjalanan wisnas pada Juli 2025 mencapai 869,93 ribu perjalanan. Turun 5,24 persen dibanding Juli 2024 (y-o-y), namun meningkat 19,57 persen dibanding Juni 2025 (m-to-m).

Baca juga: Jumlah WNI yang Pelesiran ke Luar Negeri Catat Angka Tertinggi Sejak 2020

Umumnya wisnas melancong ke luar negeri dengan pesawat udara. Paling banyak melalui Bandara Soekarno-Hatta, mencapai lebih dari tiga juta perjalanan. Diikuti bandara-bandara internasional lain dalam jumlah yang jauh lebih kecil (500 ribu perjalanan ke bawah) seperti Juanda, Kualanamu, Ngurah Rai, Syarif Kasim, Hasanuddin, dan Minangkabau.

Negara tujuan pelesiran orang Indonesia pada September 2025 masih itu ke itu saja, dengan negara-negara di kawasan ASEAN masih mendominasi dalam daftar 10 negara yang paling banyak dikunjungi wisnas pada September 2025.

Paling banyak ke Malaysia sebesar 28,92 persen, turun 1,89 persen poin dibandingkan Agustus 0205. Diikuti Arab Saudi (18,77 persen), Singapura (13,09 persen), Tiongkok (7,78 persen), Thailand (4,72 persen), Timor Leste (3,22 persen), Jepang (3,07 persen), Kamboja (2,36 prersen), Australia (2,17 persen), dan Korea Selatan (1,71 persen), serta negara lainnya (14,19 persen).

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini