Penurunan Okupansi Kamar Hotel Masih Berlanjut
Okupansi atau tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Indonesia masih terus menurun secara tahunan. Sedangkan secara bulanan kadang turun, kadang naik, kendati tidak besar.
Kalau tahun-tahun sebelumnya rata-rata TPK hotel di atas 50-60 persen, selama 9 bulan pertama tahun ini bertahan di bawah 40 persen. Hanya pada Juli 2025 TPK hotel sempat mencapai 40,13 persen.
September 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) melalui laporan yang dipublikasikan akhir pekan lalu mencatat, TPK hotel di Indonesia mencapai 38,20 persen.
Turun 0,38 persen poin dibandingkan Agustus 2025 (m-to-m), dan turun 4,83 persen poin dibandingkan September 2024 (y-on-y).
TPK hotel berbintang pada September 2025 tercatat sebesar 50,16 persen. Turun 4,52 persen (yoy) dibanding September 2024. Secara bulanan (mtm) juga demikian, TPK hotel berbintang itu turun 0,35 persen poin.
Secara kumulatif Januari-September 2025, TPK hotel berbintang mencapai 47,58 persen, turun 3,75 persen poin dibandingkan TPK pada periode yang sama tahun 2024.
Sementara TPK hotel nonbintang pada September 2025 mencapai 25,38 persen. Turun 2,48 persen poin dibanding September 2024 (yoy), dan turun 0,41 persen dibanding Agustus 2025 (mtm).
Secara kumulatif sepanjang Januari-September 2025, TPK hotel nonbintang mencapai 24,82 persen, turun 1,59 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Okupansi Semua Kategori Hotel Masih Rendah dan Masih Terus Menurun
Berdasarkan klasifikasi hotel, TPK tertinggi pada September 2025 tercatat pada hotel bintang 5 sebesar 57,11 persen, TPK terendah tercatat pada hotel nonbintang sebesar 25,38 persen.
Secara tahunan dibanding September 2024 (y-on-y), mayoritas klasifikasi hotel mengalami penurunan TPK, kecuali TPK hotel bintang 5 yang mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,01 persen poin.
Hotel bintang 4 mengalami penurunan TPK terdalam sebesar 6,36 persen poin, diikuti TPK hotel bintang 3 yang turun 5,82 persen poin, dan TPK hotel nonbintang yang turun 2,48 persen poin.
Secara bulanan mayoritas klasifikasi hotel juga mengalami penurunan TPK. Paling dalam penurunan okupansi hotel bintang 5 sebesar 1,64 persen poin. Diikuti hotel bintang 1 yang turun 0,54 persen poin, dan hotel bintang 2 yang turun 0,27 persen. Sedangkan TPK hotel bintang 4 naik 0,13 persen poin.
Secara kumulatif selama Januari-September 2025, TPK hotel Indonesia mencapai 37,04 persen. Turun 3,41 persen poin dibanding Januari-September 2024.
Semua klasifikasi hotel mengalami penurunan TPK secara kumulatif. Terdalam pada hotel bintang 4 sebesar 5,41 persen poin. Terendah pada hotel nonbintang yang turun 1,59 persen poin.