Modal Asing Kembali Kabur, Tapi Rupiah Stabil
Aliran modal asing portofolio sangat fluktuatif. Mudah masuk dan gampang pula kabur. Apalagi, dalam situasi masih tingginya ketidakpastian global seperti sekarang. Dampaknya terhadap nilai tukar rupiah, bisa melemah atau menguat, terhadap mata uang utama dunia seperti dolar AS (USD).
Sejak dua pekan terakhir November sampai pekan pertama Desember 2025, modal asing itu terus mengalir masuk dengan nilai makin tinggi. Pekan lalu masuk bersih (beli neto) Rp14,08 triliun. Kurs rupiah pun menguat.
Tapi, pekan ini Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jum’at (12/12/2025), selama 8 – 11 Desember 2025 modal asing tercatat keluar bersih (jual neto) Rp0,13 triliun.
Terdiri dari beli neto Rp1,14 triliun di pasar saham dan Rp2,85 triliun di pasar SBN, serta jual neto Rp4,12 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Selama tahun 2025 sampai 11 Desember 2025, asing tercatat jual neto Rp25,95 triliun di pasar saham, Rp3,49 triliun di pasar SBN, dan Rp116,34 triliun di SRBI.
Baca juga: Modal Asing Kian Banyak Masuk, Cadangan Devisa Meningkat, Rupiah Makin Kuat
Namun, aliran keluar modal asing itu tidak mempengaruhi nilai tukar rupiah. Rupiah tetap stabil dibanding pekan lalu.
Pada penutupan perdagangan Kamis, 11 Desember 2025, rupiah memang sempat tertekan, ditutup pada level (bid) Rp16.665 per USD (kurs tengah) di JISDOR. Melemah 25 poin dibanding penutupan perdagangan Kamis pekan lalu yang tercetat di level Rp16.640.
Penurunan rupiah itu terjadi bersamaan dengan turunnya imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun ke level 6,16 persen, melemahnya inxdekjs dolar atau DXY ke level 98,35, dan naiknya yield US Treasury (UST) Note 10 tahun ke level 4,157 persen.
Namun pada pembukaan perdagangan Jum’at, 12 Desember 2025, rupiah menguat 15 poin ke level Rp16.650 per USD dan ditutup di level Rp16.652. Stabil dibanding penutupan perdagangan Jum’at pekan lalu di level Rp16.655.
Juga relatif stabil premi risiko investasi atau credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun di level 72,99 bps per 11 Desember 2025, dibanding 5 Desember 2025 sebesar 71,28 bps