Kamis, Juli 2, 2026
HomeBerita PropertiBP Tapera Optimis Capai Target Penyaluran FLPP 2026

BP Tapera Optimis Capai Target Penyaluran FLPP 2026

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus menyalurkan dana subsidi pemilikan rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki rumha pertama.

Pada semester satu tahun ini (per 30 Juni 2026), realisasi penyaluran mencapai 91.531 unit senilai Rp11,37 triliun. Terdiri dari 91.522 unit rumah tapak dan 9 unit rumah susun (apartemen). Target penyaluran tahun ini mencapai 350.000 unit.

Menurut Deputi Komisiner Bidang Hukum dan Administrasi BP Tapera Wilson Lie Simatupang, penyaluran dana FLPP menunjukan kenaikan yang konsisten dengan pertumbuhan 98,6 persen pada Februari dan 32,6 persen pada Maret.

Pada triwulan satu (Januari-Maret) dengan total realisasi 41.004 unit, bulan Maret menjadi kontributor terbesar dengan realisasi 19.250 unit atau tumbuh 46,9 persen.

Sementara realisasi triwulan II 2026 mencapai 50.447 unit, dengan penyaluran Mei 2026 menurun dibanding April, kemudian meningkat tajam pada Juni yang menjadi kontributor terbesar sebanyak 26,844 unit atau 53,21 persen dari total realisasi triwulan II.

“Penyaluran FLPP yang meningkat tajam pada Juni 2026, mendorong pertumbuhan triwulan dua sebesar 22,79 persen dibanding triwulan satu. Hal ini menunjukkan akselerasi penyaluran menjelang akhir semester satu,” kata Wilson melalui keterangan dikutip, Kamis (2/7/2026).

Baca juga: BP Tapera Minta Kepala Daerah Dorong BPD Salurkan KPR FLPP, Per 30 Juni Realisasi 91.531 Unit

Ia menjelaskan, penyaluran FLPP 2026 memiliki tantangan terkait penerapan kebijakan Lahan Sawah DIlindungi (LSD) dan Lahan Baku Sawah (LBS).

Namun, dengan diterbitkan SKB Menteri Dalam Negeri dan Menteri ATR/BPN terkait dukungan terhadap percepatan Program 3 Juta Rumah, tantangan itu diharapkan teratasi.

SKB itu mengatur pedoman perlindungan LBS dan integrasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW).

Selain itu ada dukungan implementasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK per 13 April 2026, yang mempermudah akses pengajuan KPR. Kebijakan ini memperbolehkan MBR dengan catatan kredit bermasalah di bawah Rp1 juta di SLIK, mengajukan KPR subsidi, serta menegaskan bahwa data debitur di SLIK bukan penentu mutlak diterima atau ditolaknya pengajuan kredit.

Dengan tren penyaluran FLPP yang konsisten meningkat dan dukungan berbagai kebijakan tersebut. BP Tapera optimis realisasi FLPP tahun ini bisa tercapai sesuai target yang ditetapkan.

Baca juga: Ini Tantangan Penyaluran FLPP dan Upaya Mencapai Targetnya Tahun Ini

BP Tapera telah menyusun prognosa realisasi pada Juli dengan target 31.270 unit, kemudian meningkat menjadi 35.576 unit pada Agustus, 41.576 unit pada September, 47.576 unit pada Oktober, 49.575 unit pada November, dan 52.896 unit pada Desember.

Untuk mencapai target penyaluran 350.000 unit rumah hingga akhir tahun, BP Tapera telah menyiapkan berbagai langkah percepatan. Dari sisi permintaan, BP Tapera memperkuat kerja sama dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, komunitas, organisasi profesi, dan serikat pekerja. Berbagai kegiatan sosialisasi, promosi digital, serta kampanye bersama perbankan dan pengembang juga terus dilakukan.

Dari sisi pasokan, BP Tapera meningkatkan koordinasi dengan asosiasi pengembang, serta memperkuat sinkronisasi data kebutuhan dan ketersediaan rumah agar penyaluran rumah subsidi dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Per 1 Juli 2026 atau awal semester dua, realisasi penyaluran FLPP sudah meningkat menjadi 93.339 unit senilai Rp11,60 triliun.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini