HousingEstate, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut memasuki bulan Maret ini curah hujan akan semakin berkurang karena kita telah melewati puncak musim penghujan. Untuk itu perlu diwaspadai kondisi atmosfir yang akan membuat perubahan cuaca akan menjadi lebih cepat atau kita mengenalnya sebagai musim pancaroba.

Menurut A. Fachri Radjab, Kepala Bidang Informasi Publik BMKG,  di Pulau Jawa hingga Sumatera bagian selatan akan berpotensi terjadi angin puting beliung hingga hujan es. Puting beliung sendiri merupakan fenomena angin kencang (60-90 km/jam) yang sifatnya sangat localize (tidak lebih radius 2 km) dan sangat singkat (kurang dari 10 menit). Tidak seperti curah hujan maupun angin, puting beliung sama seperti gempa bumi yang kejadiannya tidak bisa diprediksi.

“Indikasi yang mudah terlihat umumnya akan ada bentuk awan putih seperti kubis kemudian dengan cepat akan berubah warna menjadi menghitam. Untuk antisipasinya, pangkas dahan-dahan pohon yang rapuh serta perkuat atap rumah khususnya yang lebar seperti atap plastik maupun seng,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima housing-estate.com, Senin (2/3).

Fenomena awan menghitam berbentuk bunga kol ini terjadi karena ada pertemuan angin dari atas (updraft) dengan angin dari bawah (backdraft). Kondisi ini juga yang membuat keberadaan awan-awan cumulonimbus dengan potensi kemunculan umumnya saat sore hingga malam hari. Fachri menyebut puting beliung dan hujan es telah teradi di beberapa tempat seperti Klaten, Yogyakarta, Depok, dan Bandung.