HousingEstate, Jakarta - Tanjung Bunga (1.000 ha) di Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar,  adalah salah satu perumahan favorit di Provinsi Sulawesi Selatan. Pertama, lokasinya tidak sampai setengah jam dari pusat kota. Kedua, kawasannya sudah berkembang menjadi sebuah kota baru, fasilitasnya serba ada. Ditambah fasilitas di sekitar kawasan, menjadi semakin  lebih lengkap. Pusat gaya hidup  Trans Studio salah satunya. Ketiga, dikembangkan oleh developer berpengalaman, yaitu PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk.. Jelas banyak orang yang ingin bertempat tinggal di Tanjung Bunga.

Karena itu ketika developer memasarkan rumah-rumah yang harganya cukup terjangkau laku banget. Pada saat pandemi Covid-19 pun tetap laku. Selama tahun 2020 setiap bulannya rata-rata terjual 50 unit.

Yang menarik, di Tanjung Bunga masih jual rumah harga Rp200 jutaan. Contoh di klaster Bouvardia yang menawarkan rumah tipe 30/55 seharga Rp270 jutaan, 33/60 Rp285 jutaan, dan 43/75 Rp400 jutaan. Kemudian klaster Laurus sedikit lebih tinggi,  memasarkan tipe 30/60, tipe 34/60, dan tipe 51/90 seharga Rp350–550 jutaan, dan klaster Rosemary yang menyediakan tipe 30/60, 38/72, dan 48/90 seharga Rp380–550 jutaan/unit.

Untuk  rumah menengah atas selama pandemi ini banyak dipasarkan rumah ready stock dengan kaveling irregular, yaitu  di klaster Rosewood, Blossom, dan Amarilis seharga Rp1,5–3 miliar/unit, serta penjualan kaveling siap bangun berukuran 10 x 31 m2. Khusus untuk penjualan rumah siap huni, developernya PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, memberikan riil diskon hingga 40 persen untuk pembayaran secara tunai keras atau KPR.

“Penjualan selama triwulan pertama hingga ketiga didominasi rumah middle low di klaster Bouvardia dan Laurus, ditambah hunian menengah seharga Rp600 jutaan hingga Rp1 miliar di klaster eksisting,” kata M  Harrys H,  Associate Director PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk.