Kamis, Mei 14, 2026
HomeNewsEkonomiSesuai Prediksi, Pertumbuhan Ekonomi 2024 di Bawah Target

Sesuai Prediksi, Pertumbuhan Ekonomi 2024 di Bawah Target

Perekonomian Indonesia 2024 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku, mencapai Rp22.139,0 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp78,6 juta atau USD4.960,3.

Dengan demikian ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen, melambat dibanding capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,05 persen (c-to-c), dan jauh meleset dari target pertumbuhan 2024 sebesar 5,2 persen.

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti melalui keterangannya, Rabu (5/2/2025), dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Jasa Lainnya sebesar 9,80 persen.

Sedangkan pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran dicapai komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 12,48 persen.

Sementara ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 mengalami pertumbuhan 5,02 persen (y-on-y).

Dari sisi produksi, lapangan usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,36 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,63 persen.

Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan III-2024 mengalami pertumbuhan 0,53 persen (q-to-q).

Dari sisi produksi, lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,63 persen.

Dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 38,58 persen.

“Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mewarnai struktur dan kinerja ekonomi Indonesia secara spasial, dengan kontribusi 57,02 persen dan kinerja ekonomi mencatat pertumbuhan 4,92 persen (c-to-c),” kata Amalia.

Baca juga: BI: Pertumbuhan Ekonomi 2024 dan 2025 Akan Lebih Rendah dari Perkiraan

Sebelumnya saat mengumumkan realisasi asumsi dasar ekonomi makro 2024 awal Januari 2025, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024 hanya berkisar 5 persen.

Menkeu menyatakan waktu itu, sebagian besar asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 meleset dari target.

Nilai tukar rupiah misalnya, diasumsikan rata-rata Rp15.000 per dolar AS (USD), realisasinya selama 2024 rata-rata Rp16.162/USD.

Imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun yang diasumikan rata-rata 6,7 persen, realisasinya rata-rata 7 persen selama 2024 sehingga pemerintah harus membayar bunga utang lebih besar.

Realisasi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) 2024 mencapai USD71,6 per barel, jauh di bawah asumsi dalam APBN 2024 sebesar USD82 per barel.

Sementara lifting minyak bumi yang diasumsikan 635 ribu barel per hari (BPH), realisasinya hanya 571,7 ribu BPH (sampai November 2024).

Sedangkan lifting gas yang diasumsikan 1,03 juta barel setara minyak per hari (BSMPH), realisasinya hanya 973 ribu BSMPH (sampai November 2024).

Sebaliknya, realisasi inflasi 2024 sebesar 1,57 persen (year on year/yoy), jauh di bawah asumsi yang ditetapkan di APBN 2024 sebesar 2,8 persen.

Karena itu semua, pertumbuhan ekonomi 2024 yang diasumsikan bisa mencapai 5,2 persen, realisasinya diperkirakan Menkeu hanya 5 persen.

Berita Terkait

Ekonomi

LPEM FEB UI Ragukan Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Ini Alasannya

Peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi...

April Konsumen Tahan Belanja, Perbanyak Tabungan

Survei Konsumen Bank Indonesia April 2026 yang dipublikasikan awal...

Ada Perang di Timur Tengah, WNI yang Melancong ke Luar Negeri Malah Naik Tinggi

Perang AS-Israel dengan Iran sejak akhir Februari 2026 melambungkan...

Berita Terkini