Menteri PKP: Tantangan Rumah Subsidi Sekarang Bukan Kuota Tapi Penyerapan
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) melakukan sosialisasi skim subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan atau Kredit Program Perumahan (KPP) di Sumatera Utara (Sumut), pekan ini.
Sosialisasi dilakukan kepada developer, kontraktor dan toko bahan bangunan UMKM, serta masyarakat umum di berbagai tempat di Medan, bekerja sama dengan bank-bank penyalur KPR dan universitas. Selain itu Menteri PKP juga mengunjungi beberapa rumah dan apartemen subsidi di Medan dan Deli Serdang.
Di sebagian tempat Menteri PKP melakukan sosialisasi bersama Mendagri Tito Karnavian dan Gubernur Sumut Bobby Nasution, selain bupati/walikota setempat dan bankir BRI dan Mandiri.
Sementara Ara sendiri melakukan kunjungan kerja bersama Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho, dan jajaran pejabat tinggi Kementerian PKP.
Baca juga: Presiden Saat Akad Massal 26.000 Rumah: Target Memang Sengaja Dipatok Tinggi
Di salah satu kesempatan, menanggapi permintaan Gubernur Bobby, Menteri Ara mengumumkan penambahan kuota rumah subsidi di Sumut dari 15 ribu menjadi 20 ribu unit tahun ini, dan 25 ribu unit tahun depan.
Untuk itu ia meminta bank-bank konsisten mendukung pembiayaannya, dan pemerintah daerah mempercepat perizinan yang dibutuhkan developer rumah subsidi.
“Tolong BRI terus dukung pembiayaan (rumah subsidi), dan Pak Gubernur membantu perizinan proyek rumah subsidi di daerah masing-masing. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Seluruh ekosistem harus komit mendukung program perumahan,” kata Ara saat sosialisasi KPP dan KPR FLPP oleh BRI di Medan, Kamis (9/10/2025), sebagaimana dikutip keterangan tertulis Kementerian PKP.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan, tahun ini penyaluran KPR subsidi FLPP BRI meningkat menjadi 25.000 unit dari 17.000 unit tahun lalu. Bahkan, realisasinya hingga saat ini sudah melampaui kuota, mencapai 25.080 unit. Karena itu BRI pun mendapat tambahan kuota tahun ini sebanyak 7.000 unit lagi.
Sementara di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Menteri Ara mendorong akademisi melahirkan gagasan dan inovasi di bidang perumahan rakyat.
Sebelumnya ia memuji dan kagum dengan peranan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan dan kesehatan yang sudah teruji di seluruh Indonesia.
“Ide itu sangat berharga guna mendapatkan solusi perumahan rakyat yang inovatif dan berkelanjutan. Apalagi sektor perumahan terbukti berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Tahun ini kuota subsidi FLPP mencapai 350 ribu unit. Terbesar sepanjang sejarah. Tapi, tantangannya sekarang bukan kuota, tapi penyerapannya,” kata Menteri PKP.
Sebelumnya saat mendampingi Menteri PKP mengunjungi perumahan subsidi SMK Residence di Lubuk Pakam, Deli Serdang, Komisioner BP Tapera menyatakan, hingga awal Oktober 2025 realisasi penyaluran KPR FLPP sudah mencapai 196.960 dari kuota 2025 sebanyak 350 ribu unit. Sementara tahun ini tinggal kurang dari 3 bulan.
Khusus di Sumatera Utara, dari kuota tahun ini (sebelum Gubernur Sumut meminta ditambah) sebanyak 15.000 unit, realisasinya baru 8.000 unit.
Baca juga: Tahun Depan Target KPR FLPP 500.000 Unit, Program Bedah Rumah 400.000 Unit
Pada kesempatan sosialisasi KPP dan program perumahan di UMSU itu, Ara memberikan bantuan uang muka untuk 100 rumah subsidi. Bantuan berasal dari kocek pribadinya.
“Saya sangat menghargai Muhammadiyah. Karena itu kita harus berbagi dan bergotong royong. Saya dulu pengusaha, sekarang juga pengusaha, negara ini sudah terlalu baik buat saya,” ujar Ara menjelaskan alasannya memberikan bantuan depe rumah subsidi dari kocek pribadi tersebut.
Rumah subsidi yang mendapat bantuan uang muka dari dirinya itu, kata Menteri PKP, bisa diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bekerja di UMSU dan belum punya rumah.
“Entah itu dosen, pegawai, tenaga honorer, OB, sampai satpam. Silahkan Rektor menentukan sesuai kriteria,” katanya. Untuk itu Ara meminta Komisioner BP Tapera berkoordinasi dengan Rektor UMSU, mendata calon penerima dan mekanisme penyaluran rumah subsidi berikut bantuan uang muka dari kocek pribadinya itu.