Selasa, April 21, 2026
HomeNewsEkonomiBI: Pertumbuhan Ekonomi Masih di Bawah Kapasitas

BI: Pertumbuhan Ekonomi Masih di Bawah Kapasitas

Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan Bank Indonesia, 21-22 Oktober 2025, yang dipublikasikan Rabu (22/10/2025), menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong agar sesuai dengan kapasitasnya.

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2025 menurut prediksi RDG BI, ditopang terutama oleh kenaikan ekspor sebagai antisipasi pengusaha terhadap pengenaan tarif resiprokal AS, terutama ekspor komoditas minyak kelapa sawit (CPO) dan besi baja.

Sementara permintaan domestik masih lemah dan perlu terus diperkuat, agar dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga (penopang utama pertumbuhan ekonomi) dan juga investasi.

“Belanja pemerintah berkontribusi pada penguatan permintaan domestik dan pertumbuhan ekonomi triwulan tiga tiga 2025,” tulis RDG BI. “Karena itu pemerintah perlu meningkatkan dan mempercepat belanja.”

Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang tiga sektor utama: pertanian, industri pengolahan atau manufaktur, dan perdagangan.

Baca juga: Lagi BI Pangkas Bunga Acuan Jadi 4,75 Persen Demi Pertumbuhan Ekonomi

Menurut RDG BI, inflasi inti yang kian rendah, September 2025 hanya 2,19 persen (yoy), dibanding April 2,5 persen, Mei 2,4 persen, dan Juni 2,37 persen, menunjukkan pertumbuhan ekonomi masih di bawah kapasitasnya.

Inflasi inti mengukur kenaikan harga barang dan jasa di luar volatile food (harga pangan bergejolak) dan administered prices (harga barang yang diatur pemerintah).

Karena itu inflasi inti menjadi indikator daya beli masyarakat dari konsumsi barang sekunder dan tersier alias non pangan.

Menurut ekonom Muhammad Chatib Basri, ciri ekonomi yang melambat adalah orang mulai mengurangi permintaan terhadap produk sekunder dan tersier. Konsumsinya makin didominasi oleh kebutuhan pangan.

Indikatornya adalah penurunan inflasi inti, yang menunjukkan daya beli masyarakat melemah karena harga pangan yang terus meningkat, di sisi lain pendapatan mereka tidak mengalami kenaikan signifikan.

Baca juga: Realisasi Belanja Pemerintah Masih Rendah, Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen Kian Sulit Dicapai

RDG BI memperkirakan, pertumbuhan ekonomi akan membaik pada keseluruhan semester II 2025, sejalan dengan implementasi proyek prioritas pemerintah (ketahanan pangan, energi, pertahanan dan keamanan), didukung paket kebijakan ekonomi termasuk bansos yang direalisasikan pada triwulan IV 2025.

Dengan perkembangan itu semua, didukung bauran kebijakan moneter Bank Indonesia, RDG BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya berada sedikit di atas titik tengah kisaran 4,6–5,4 persen (5 persen), dan baru meningkat lebih tinggi pada 2026.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini