Selasa, April 14, 2026
HomeBerita PropertiJakarta-Merak Naik Kereta Api Ongkosnya Hanya Rp11.000

Jakarta-Merak Naik Kereta Api Ongkosnya Hanya Rp11.000

Akhir pekan selalu punya cerita. Ada yang ingin melepas penat, ada yang mau menjelajah tempat baru, hingga yang melanjutkan perjalanan ke Pulau Sumatra dengan moda transportasi massal. Mobilitas ini terus bergerak, dan kereta api hadir sebagai pilihan perjalanan yang terjangkau dan nyaman.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, volume pengguna KRL di lintas Rangkasbitung (Jakarta-Serpong-Parung Panjang-Maja-Rangkasbitung) menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten.

Pada 2022, tercatat 43.317.716 pelanggan, meningkat menjadi 62.085.471 pelanggan pada 2023, lalu 69.999.362 pelanggan pada 2024, dan naik lagi menjadi 77.552.716 pelanggan pada 2025. Selama Januari-Maret 2026, jumlah penumpangnya telah mencapai 20.197.205 orang.

Pertumbuhan ini menggambarkan, bagaimana lintas Rangkasbitung makin berkembang sebagai jalur penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan penyangga Jakarta.

Karena itu, penguatan layanan di lintasan Rangkasbitung berupa perluasan elektrifikasi hingga Merak, menjadi penting.

“Elektrifikasi lintas Tanah Abang (Jakarta)–Rangkasbitung saat ini telah mencapai 72,769 km track dengan jalur ganda. Pengembangannya berjalan bersama DJKA Kementerian Perhubungan, termasuk peningkatan prasarana dan kecepatan perjalanan KRL,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, melalui keterangan dikutip Senin (13/4/2926).

Elektrifikasi yang sudah berjalan, memungkinkan layanan KRL mengoperasikan rangkaian hingga 12 kereta (SF 12). Meningkat dari sebelumnya di kisaran 8 hingga 10 kereta dalams satu rangkaian. Kapasitas angkut menjadi lebih besar, sehingga perjalanan terasa lebih nyaman bagi para pelanggan.

Pengembangan prasarana dan operasional terus dilakukan, termasuk penyempurnaan jaringan elektrifikasi. Perbaikan ini berkontribusi pada pengaturan jarak antar perjalanan yang makin efisien, sehingga frekuensi perjalanan meningkat dan waktu tunggu pelanggan lebih singkat.

Baca juga: Dukung Program Perumahan, KRL Jabodetabek Diperpanjang Hingga Sukabumi, Cikampek, dan Merak

Seiring peningkatan pesat jumlah pengguna KRL di lintasan Tanah Abang-Rangkasbitung, pergerakan penumpang di lintas Rangkasbitung–Merak juga terus tumbuh.

Pada 2023 layanan KA lokal melayani 3.617.478 pelanggan, meningkat menjadi 4.269.154 pelanggan pada 2024, dan kembali naik menjadi 4.463.498 pelanggan pada 2025. Selama Januari-Maret 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 1.134.514.

Lintas ini juga menghadirkan layanan Kereta Petani Pedagang yang pada triwulan I 2026 telah melayani 11.349 pengguna. Layanan ini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil yang membawa hasil pertanian untuk dijual.

“Pergerakan masyarakat di lintas Rangkasbitung terus tumbuh dan saling terhubung. Pengembangan ke depan diharapkan membuka akses yang lebih luas, mendorong tumbuhnya kawasan hunian yang lebih terintegrasi, memperkuat aktivitas industri dan distribusi, serta mendukung konektivitas pariwisata hingga ke kawasan pesisir dan lintas pulau,” jelas Anne.

Saat ini, masyarakat dapat menempuh perjalanan dari Tanah Abang menuju Merak dengan tarif yang sangat terjangkau. Pertama, naik KRL Commuter Line relasi Tanah Abang–Rangkasbitung dengan tarif Rp8.000, lalu dilanjutkan dengan KA Lokal Rangkasbitung–Merak dengan tarif Rp3.000. Total hanya Rp11.000 sekali jalan.

Baca juga: Triwulan Satu Penumpang Kereta Wisata, KA Makassar, dan LRT Jabodebek Tumbuh Paling Tinggi

Dari Stasiun Merak, perjalanan dapat diteruskan menggunakan kapal penyeberangan menuju Pelabuhan Bakauheni di Lampung. Tarif kapal reguler di kisaran Rp23.000 per orang, kapal ekspres sekitar Rp85.000 per orang.

Rangkaian perjalanan dengan kereta api ini menghadirkan akses lintas pulau yang makin mudah dijangkau. Setibanya di Bakauheni, perjalanan dapat dilanjutkan ke berbagai destinasi di Lampung, mulai dari pantai dengan pasir yang bersih, suasana pesisir yang tenang, hingga ragam kuliner khas seperti seruit dan olahan hasil laut.

Harapannya dengan perluasan elektrifikasi hingga Merak, sehingga kapasitas angkut kereta berupa KRL bisa lebih besar, konektivitas antar pulau ini dapat terus berkembang sehingga makin banyak masyarakat yang merasakan kemudahan dalam bepergian.

Berita Terkait

Ekonomi

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Dua Bulan Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp143 Triliun

Struktur perdagangan Indonesia menawarkan potensi kuat untuk memperluas transaksi...

Berita Terkini