Minggu, Mei 24, 2026
HomeBankTriwulan I Bank BJB Catat Kenaikan Laba 13,3 Persen

Triwulan I Bank BJB Catat Kenaikan Laba 13,3 Persen

Periode triwulan pertama 2026 dicatat oleh bank bjb dengan kinerja positif. Di tengah dinamika industri perbankan maupun tantangan ekonomi global, bank bjb membukukan capaian laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk (profit after tax and minority interest/PATMI) sebesar Rp410 miliar.

Capaian triwulan pertama 2026 ini meningkat 13,3 persen secara kuartalan (qoq) atau 3 persen secara tahunan (yoy). Keberhasilan ini didukung oleh penguatan fundamental bisnis, peningkatan pendapatan bunga bersih, serta pengelolaan biaya yang lebih efisien.

Pertumbuhan laba didukung oleh peningkatan Net Interest Income (NII) konsolidasi yang mencapai Rp2,05 triliun atau tumbuh 13 persen (yoy). Penguatan pendapatan bunga bersih tersebut ditopang oleh optimalisasi komposisi portofolio kredit serta strategi pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.

Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna mengatakan, capaian triwulan pertama 2026 ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga fundamental bisnis yang sehat melalui penguatan intermediasi, efisiensi operasional, dan transformasi layanan secara berkelanjutan.

“Di tengah dinamika industri perbankan dan kondisi ekonomi yang berkembang kami berupaya menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dengan tetap memperhatikan kualitas aset, likuiditas, serta kebutuhan nasabah maupun pemangku kepentingan,” ujarnya melalui siaran pers dikutip Minggu (24/5).

Di sisi intermediasi, total kredit dan pembiayaan konsolidasi bank bjb tercatat sebesar Rp141,2 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp159,9 triliun atau naik 3,9 persen (yoy). Likuiditas bank tetap berada pada level yang terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 83,5 persen.

Baca juga: Bank BJB Tebar Dividen Rp900 Miliar

Kualitas aset juga tetap dijaga melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang berkelanjutan. Perusahaan juga terus memperkuat pencadangan guna menjaga ketahanan neraca keuangan di tengah dinamika pasar dan kondisi ekonomi.

Transformasi digital yang dijalankan bank bjb menunjukkan perkembangan positif. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna DIGI bank bjb mencapai 1,87 juta pengguna sementara fee based income dari kanal elektronik mencapai Rp115,7 miliar.

Pada segmen pinjaman digital ASN melalui bjb KGB Pisan, outstanding kredit tercatat sebesar Rp159,8 miliar atau tumbuh 154,1 persen (yoy) dan meningkat 30,9 persen (qoq). Jumlah rekening (Number of Accounts/NoA) juga meningkat menjadi 9.702 rekening.

Menurut Ayi, transformasi digital terus diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kemudahan akses transaksi bagi nasabah sekaligus mendukung efisiensi operasional perusahaan.

“Perusahaan akan terus berupaya menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan melalui penguatan layanan, inovasi digital serta sinergi dalam ekosistem Kelompok Usaha Bank (KUB) bank bjb dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi dan dinamika industri,” imbuhnya.

Kinerja bank bjb juga didukung oleh prospek ekonomi wilayah Jawa Barat dan Banten yang tetap tumbuh positif. Kedua wilayah tersebut masih menjadi salah satu kontributor utama terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan menjadi basis bisnis utama perusahaan.

Baca juga: Kinerja Bank BJB Solid Dengan Total Aset Capai Lebih Rp221 Triliun

Selain memperkuat kinerja bisnis, bank bjb terus mendorong implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Hingga triwulan pertama 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan bank bjb mencapai Rp14,2 triliun dan sustainable bond sebesar Rp1,9 triliun. Perusahaan juga melanjutkan dukungan terhadap pembiayaan UMKM, KUR, KPR FLPP, serta berbagai program keberlanjutan lainnya.

Dalam menjalankan transformasi bisnis bank bjb tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta perlindungan konsumen sesuai ketentuan regulator. Dengan penguatan fundamental bisnis dan transformasi yang terus berjalan, bank bjb berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu bank pembangunan daerah terbesar di Indonesia.

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu: Supaya Ekonomi Bisa Tumbuh 8 Persen, Cukupi Likuiditas Perbankan

Pemerintah menyiapkan dua mesin pertumbuhan dengan menggabungkan kekuatan belanja...

Kebijakan WFH Sehari dalam Seminggu Berlanjut Juni-Juli

Pemerintah masih mempersiapkan sejumlah regulasi lintas kementerian/lembaga, terkait kebijakan...

Prabowo Targetkan Ekonomi 2027 Tumbuh Hingga 6,5 Persen

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan...

Daya Beli Masyarakat Masih Terjaga, Purbaya Tunjukkan Datanya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, per akhir April...

Berita Terkini