Peminat Rumah Bandoeng Tempo Doeloe Terus Mengalir
Beruntung PT Belaputera Intiland memiliki produk andalan rumah Bandoeng Tempo Doeloe di Kota Baru Parahyangan (KBP). Rumah bergaya art deco yang sepintas mirip rumah-rumah peninggalan kolonial Belanda yang masih banyak kita lihat di kawasan Bandung Utara itu, peminatnya tidak pernah sepi. Selain modelnya yang timeless, developer juga berhasil menciptakan atmosfir lingkungannya mendekati suasana Kota Bandung sisi utara yang adem, pohon-pohonnya rindang, dan jalan-jalannya serba lebar. Bahkan di KBP aspalnya jauh lebih mulus dengan pedestrian yang lebar dan rapi.

Bangunan rumahnya juga dirancang tinggi dengan ketinggian plafon 4 m lebih, semua pintu dan jendelanya tinggi dan lebar, serta memiliki halaman belakang yang luas. Tanpa AC pun rumah tetap nyaman di siang hari.
Dengan kelebihan-kelebihan itu kalangan The Haves kota itu banyak sekali yang telah membelinya, di samping orang-orang kaya dari Jabodetabek dan kota-kota lain yang memiliki ikatan emosional dengan kota kembang, seperti para alumni ITB, UNPAD, UNPAR, dll. “Selama kwartal I 2015, penjualan kami di bulan Januari, Februari, dan April tetap bagus,” terang Raymond Hadipranoto, Marketing Manager PT Belaputera Intiland.
Padahal harga rumahnya tidak murah. Rumah satu lantai tipe Teja Asri-D misalnya, dengan luas bangunan 310 m2 dan luas kaveling 495 m2 harganya Rp4,81 miliar per unit. Kemudian untuk tipe Purba Asri 348/588 Rp5,41 miliar, dan tipe Tirta Asri (Var C) 315/579 Rp6,01 miliar.
Rumah-rumah tersebut diproyeksikan Raymond harganya akan naik terus seiring dengan makin lengkapnya fasilitas yang disediakan, seperti sport club yang dioperasikan usai Lebaran nanti dan lapangan golf 18 hole yang sudah mulai dikerjakan.