HousingEstate, Jakarta - Tinggal di rumah (stay at home) dan  bekerja dari rumah atau work from home (WFH) kini menjadi lifestyle baru sejak dunia dilanda pandemi Covid-19. Fenomena ini  diproyeksikan bakal mengubah dan membentuk tren hunian baru yang mengedepankan keamanan dan kesehatan penghuninya di masa depan.

Menurut Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Totok Lusida, memberikan gambaran bahwa tren permukiman ke depan  membutuhkan ruang terbuka lebih banyak dan dilengkapi fasilitas selengkap dan sealami mungkin. “Karena itu pengembang harus  berpikir kreatif dalam mendesain hunian dengan memerhatikan sistem pencahaan alami, sirkulasi udara, sistem sanitasi, dan lainnya yang baik dan sehat. Rumah harus bisa dipastikan aman dan sehat bagi seluruh penghuni yang ada di dalamnya,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan Rabu (24/2).

PT Jakarta Indah Makmur (JIM), developer Apartemen The Veranda di Jl Lebak Bulus Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, berupaya menangkap tren tersebut dengan menawarkan konsep resort residential di tengah kota. Menurut Direktur JIM Tomoaki Kinoshita, The Veranda dikembangkan dengan menyeimbangkan elemen healty & quality living, work, dan play.

“Di apartemen ini kami memadukan oasis hijau, panorama alam, air, udara segar, dan cahaya alami ke dalam bangunan berkonsep hunian vertikal sehingga bisa meningkatkan kesehatan fisik, mental, maupun kualitas hidup penghuninya,” katanya.

JIM merupakan perusahaan pengembang patungan antara Nishitetsu Group dan PulauIntan. Nishitetsu adalah pengembang asal Jepang dengan pengalaman sejak 1908 dan memiliki 85 perusahaan di sektor transportasi, logistik, real estat, ritel, hotel, hingga tempat hiburan. Sedangkan Pulauintan merupakan perusahaan kontraktor nasional yang berpengalaman sejak 1990 membangun perkantoran, hotel, mal, apartemen, pergudangan, pabrik, rumah sakit, dan sebagainya.

Direktur The Veranda Elis Sumarto menambahkan, The Veranda  dikembangkan dengan mengadoopsi lansekap taman resor Bali yang alami. “Di sini kami menawarkan kenikmatan dan kenyamanan hidup, relaksasi di mana anak-anak dapat bermain, berolahraga, dan keluarga bisa bekerja maupun bersantai di rumahnya. Konsep ini sangat tepat saat situasi pandemi ini,” ujarnya.

Untuk mengakomodasi tren WFH, The Veranda dirancang memiliki zona fleksibel yang mengakomodasi kebutuhan ruang kerja yang ditempatkan di ruang bersama di setiap unitnya. Ruang tersebut dilengkapi jendela besar sehingga bisa memasukkan cahaya dan penghawaan alami.

“The Veranda dibangun di lahan seluas 2,3 ha. Akan ada empat tower apartemen yang dikembangkan, dilengkapi  47 fasilitas indoor dan outdoor. Sementara tipe yang dipasarkan ada tiga pilihan, yaitu tipe 1, 2 dan 3 kamar tidur dengan ukuran 57-143 m2. Harga Rp30 juta/m2,” paparnya.