Inilah Perumahan Di Bandung Yang Laris di Di Saat Pandemic
Kehadiran IKEA di Kota Baru Parahyangan memberikan berkah ke pengembangnya, PT Bela Parahyangan Investindo. Masuknya pusat belanja perabot dan perkakas rumah tangga asal negera Swedia ini tidak hanya menambah kelengkapan fasilitas kota baru tersebut tapi juga membuat penjualan rumahnya tahun lalu melejit sekalipun di tengah pandemi Covid-19. Penjualan tahun 2020 tumbuh 60 persen dibandingkan penjualan yang diraih tahun 2019. Sementara penjualan 2019 tumbuh 145 persen dibandingkan perolehan penjualan 2018. IKEA mulai dibangun di awal 2019.
Raymond Hadipranoto, Marketing Manager PT Bela Parahyangan Investindo, optimistis penjualan tahun ini juga pencapaiannya akan sesuai yang diharapkan, tumbuh sebesar 20 persen dari realisasi penjualan tahun lalu. Buktinya penjualan selama Januari-Februari 2021 tumbuh 25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, apalagi pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 21/2021 tentang pembebasan PPN sebesar 10 persen untuk rumah berharga di bawah Rp2 miliar, dan untuk rumah di atas Rp2 miliar konsumen mendapat diskon PPN sebesar 50 persen sehingga tinggal dibayar 5 persen.
Raymond mengemukakan, Kota Baru Parahyangan penjualannya laris karena pada saat pandemi ini semakin banyak konsumen yang memilih rumah di lingkungan yang bersih dan sehat. Pertimbangan berikutnya rumahnya sehat dengan menerapkan desain rumah yang sehat yang diaplikasikan misalnya menyediakan ventilasi yang cukup dan menyediakan ruangan yang fleksibel yang dapat difungsikan untuk ruang bekerja si bapak atau ruang belajar anak. “Dua faktor ini kami terapkan di Kota Baru Parahyangan,” terang ayah dari dua anak ini.
Saat ini developer gencar memasarkan rumah yang berharga di kisaran Rp1 miliaran hingga Rp2 miliaran, Februari 2021 developer merilis tatar (klaster) baru Tarubhawana. Lokasinya berdekatan dengan tatar Lokacitra di pengembangan tahap kedua. Tatar terbaru ini berisi 300-an unit. Tahap pertama dipsarkan 200 unit dengan menawarkan rumah paling kecil tipe 94/120 berharga Rp1,7 miliaran dan ukuran di atasnya tipe 99/165 yang dibanderol Rp2,1 miliar.