Jumat, Juni 5, 2026
HomeNewsEkonomiCadangan Devisa Berkurang Karena Pemerintah Bayar Utang

Cadangan Devisa Berkurang Karena Pemerintah Bayar Utang

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2024 disebut Bank Indonesia (BI) tetap tinggi, kendati berkurang dibanding Agustus 2024.

Mengutip keterangan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso yang dirilis kemarin (7/10/2024), pada akhir September 2024 cadangan devisa Indonesia tercatat USD149,9 miliar, dibanding Agustus 2024 yang mencapai USD150,2 miliar.

“Perkembangan (pengurangan) cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah,” tulis keterangan BI tersebut.

Cadangan devisa pada akhir September 2024 itu, setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, dan menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tulis BI.

Baca juga: ​​​​Cadangan Devisa Melesat, Rupiah Makin Perkasa​​​​

Bank Indonesia memandang, prospek ekspor yang tetap positif, neraca transaksi modal dan finansial yang diprakirakan tetap surplus, sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik, mendukung tetap terjaganya ketahanan eksternal.

Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal, sehingga dapat menjaga stabilitas perekonomian dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Ekonomi

Wamenkeu Suahasil: Kredibilitas dan Komunikasi Pemerintah, Kunci Menjaga Kepercayaan Pasar

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan, kredibilitas dan...

Dolar AS Perkasa, Kunjungan Turis Asing Meninggi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Selasa (2/6/2026), jumlah kunjungan...

Rupiah Terpuruk, Orang Indonesia Mulai Kurangi Pelesiran ke Luar Negeri

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Selasa (2/6/2026), selama Januari-April...

Kunjungan Prabowo ke Prancis Hasilkan France-Indonesia High Level Business Council

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan...

Berita Terkini