Selasa, April 21, 2026
HomeNewsEkonomiKunjungan Wisman Melorot, Tapi Pelesiran Orang Indonesia Meningkat

Kunjungan Wisman Melorot, Tapi Pelesiran Orang Indonesia Meningkat

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Rabu (6/11/2024), pada September 2024 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai 1,28 juta kunjungan.

Turun 4,53 persen dibandingkan Agustus 2024 secara bulanan (month to month/m-t-m), namun meningkat 19,53 persen dibandingkan Agustus 2023 (year on year/y-on-y).

Wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia pada September 2024 didominasi wisatawan asal Malaysia (18,33 persen), Australia (12,45 persen), dan Tiongkok (8,93 persen).

Sementara jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada September 2024 mencapai 83,36 juta perjalanan. Naik 9,86 persen secara bulanan (m-t-m) dibandingkan Agustus 2024, dan melesat 38,58 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu (y-on-y).

Secara akumulatif selama Januari–September 2024, jumlah perjalanan wisnus di Indonesia mencapai 757,96 juta perjalanan. Meningkat 21,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023 (cumulative to cumulative (c-to-c).

Sedangkan jumlah perjalanan wisnas pada September 2024 mencapai 660,89 ribu perjalanan. Naik 1,97 persen dibandingkan Agustus 2024 (m-to-m), dan meningkat 17,83 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu (y-on-y).

Baca juga: Daya Beli Melemah, yang Pelesiran ke Luar Negeri Tetap Melimpah

Malaysia masih menjadi negara tujuan utama pelancong wisnas pada September 2024 (29,68 persen). Diikuti Arab Saudi (17,77 persen) terutama terkait umrah, Singapura (13,97 persen), dan Tiongkok (5,62 persen).

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada September 2024 mencapai 54,68 persen, naik 1,66 poin secara tahunan (y-on-y), tapi menurun 0,17 poin secara bulanan (m-to-m).

Sementara TPK hotel nonbintang pada September 2024 mencapai 27,86 persen, naik 3,04 poin secara tahunan (y-on-y) dan 0,10 poin secara bulanan (m-to-m).

Rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang mengalami peningkatan 0,01 poin dibandingkan September 2023, mencapai 1,63 malam.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini