Sabtu, April 4, 2026
HomeNewsEkonomiIMF: Transformasi Ekonomi Indonesia Luar Biasa, Tapi Pertumbuhan 2024-2029 Akan Stagnan di...

IMF: Transformasi Ekonomi Indonesia Luar Biasa, Tapi Pertumbuhan 2024-2029 Akan Stagnan di 5 Persen

Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menyebut transformasi ekonomi Indonesia dalam 20 tahun terakhir luar biasa. Pujian itu diunggah IMF melalui akun Instagram resminya @the_imf yang dikutip Selasa (31/12/2024).

“Negara kepulauan yang luas dengan 270 juta penduduk, membentang 3.300 mil dari barat ke timur, sama jaraknya dari London ke Kabul, berhasil meningkatkan GDP (Produk Domestik Bruto/PDB)-nya empat kali lipat menjadi US$ 1,4 triliun,” tulis akun Instagram resmi IMF tersebut.

Selain itu IMF menyatakan, tingkat kemiskinan Indonesia juga menurun 10 kali lipat, dari sebelumnya lebih dari 20 persen penduduk hidup dengan penghasilan kurang dari US$2,15 per hari, kini menjadi kurang dari 2 persen.

“Bahkan, DKI Jakarta mencatatkan pendapatan rata-rata hampir sama dengan Polandia, dan tidak jauh dari Portugal,” tulis IMF dalam unggahannya.

IMF tak lupa menambahkan, per April 2024 pertumbuhan PDB (ekonomi) Indonesia tercatat di level 5 persen, dengan inflasi di level 2,5 persen.

Kendati memuji transformasi ekonomi Indonesia dalam dua dekade terakhir, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stagnan di angka 5,1 persen dalam lima tahun ke depan (2024-2029).

Pujian IMF itu juga dimuat di situs resmi Kementerian Keuangan, Senin (30/12/2024), disertai potongan tanggapan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang diungkapkannya saat diwawancarai media IMF, Finance & Development Magazine.

Menkeu menyebut kebijakan ekonomi yang fokus pada penguatan fiskal dan iklim investasi, merupakan kunci keberhasilan reformasi ekonomi Indonesia.

Menurut Menkeu, Indonesia membangun infrastruktur dan memperbaiki iklim investasi melalui perubahan undang-undang guna menciptakan ekosistem yang baik.

Indonesia juga berinvestasi dalam SDM dengan mengalokasikan 20 persen APBN untuk sektor pendidikan. Melalui beasiswa, Indonesia disebutnya telah membiayai 50.000 orang untuk belajar di universitas terbaik dunia.

“Namun, kami tidak bisa mendanai semuanya dengan uang publik (APBN). Karena itu kami mengembangkan kemitraan publik dan swasta, serta terus meningkatkan iklim bisnis dan investasi,” kata Menkeu.

Baca juga: Jangan Mimpi Ekonomi Bisa Tumbuh 8 Persen Kalau ICOR Masih 6

Tentang proyeksi IMF mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan dalam lima tahun ke depan, Menkeu menyatakan, Indonesia tetap optimis dan terus berupaya memperkuat ekonomi domestik dengan menjaga daya saing dan investasi yang berkelanjutan.

“Saat ini Indonesia dalam posisi yang lebih kuat dan kompetitif. Bahkan, ketika dunia sedang terpuruk dalam krisis, Indonesia memanfaatkan krisis untuk mendorong reformasi lebih lanjut,” tegasnya.

Sri Mulyani mengakui, reformasi ekonomi itu tidak selalu mudah. Akan selalu ada pihak-pihak yang kontra karena kepentingannya terganggu.

Tapi, dengan dukungan masyarakat yang percaya bahwa hal itu dilakukan dengan tulus untuk memperbaiki negara, bukan karena kepentingan pribadi, ia yakin reformasi ekonomi bisa dilanjutkan.

Berita Terkait

Ekonomi

Kepala BPS Bilang Backlog Perumahan 13 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan,...

Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik...

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Berita Terkini