Rabu, April 22, 2026
HomeNewsEkonomiPertumbuhan Penyaluran Paylater dan Pinjol Menurun, Kredit Bermasalahnya Meningkat

Pertumbuhan Penyaluran Paylater dan Pinjol Menurun, Kredit Bermasalahnya Meningkat

Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Desember 2024 yang hasilnya dirilis pekan ini mencatat, porsi kredit buy now pay later (BNPL) perbankan November 2024 stabil di angka 0,28 persen dibanding Oktober 2024.

Per November 2024 baki debet kredit BNPL perbankan tumbuh 42,68 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp21,77 triliun.

Merosot dibanding pertumbuhan Oktober sebesar 47,92 persen dan September 46,42 persen, namun dengan jumlah rekening bertambah menjadi 24,51 juta dibanding 23,27 juta pada Oktober dan 19,82 juta pada September.

Begitu pula pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan, penyalurannya tumbuh 61,90 persen (yoy) menjadi Rp8,59 triliun pada November 2024. Menurun dibanding pertumbuhan Oktober sebesar 63,89 persen (yoy) dan September 103,40 persen (yoy).

Baca juga: Aturan Baru OJK: Debitur Paylater Harus Punya Penghasilan Minimal Rp3 Juta

Industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjol atau pinjaman daring (pindar) demikian juga. Outstanding pembiayaannya pada November 2024 tumbuh 27,32 persen yoy menjadi Rp75,60 triliun, merosot dibanding pertumbuhan Oktober sebesar 29,23 persen dan September yang tercatat 33,73 persen (yoy).

Kendati menurun pertumbuhan penyalurannya, kredit bermasalah pay later dan pindar meningkat selama periode ulasan. Non performance financing (NPF) gross pay later perusahaan pembiayaan November 2024 tercatat 2,92 persen, dibanding Oktober 2024 sebesar 2,76 persen dan September 2,60 persen (yoy).

Begitu juga tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) pinjaman online atau pinjol, pada November 2024 tercatat 2,52 persen dibanding Oktober 2024 sebesar 2,37 persen dan September 2,38 persen (yoy).

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu: Angka Defisit Fiskal adalah Sinyal Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik lima pimpinan...

Pemerintah Bilang Triwulan I Kredit Tumbuh Double Digit, Tapi Kredit UMKM Masih Payah

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, pemerintah terus memperkuat peran...

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Berita Terkini