Ada Diskon Tarif Listrik, Februari 2025 Indonesia Deflasi Lagi
Pada Januari 2025 Indonesia mencatat deflasi 0,76 persen secara bulanan (mtm) dan tahun kalender (ytd), setelah selama Oktober-Desember 2024 mencatat inflasi. Sebelumnya selama Mei-September 2024 Indonesia mencatat deflasi lima bulan berturut-turut.
Sementara secara tahunan (yoy) pada Januari 2025 terjadi inflasi 0,76 persen dengan IHK sebesar 105,99 dibanding 105,19 pada Januari 2024.
Deflasi adalah kondisi di mana harga sekumpulan barang dan jasa yang disurvei mengalami penurunan harga dibanding periode sebelumnya, yang dicerminkan melalui penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK). Sedangkan inflasi sebaliknya, harga sekumpulan barang dan jasa yang disurvei mengalami kenaikan IHK.
Pada Februari 2025 Indonesia kembali mencatat deflasi baik secara bulanan, tahun kalender, maupun tahunan. Secara bulanan dan tahunan deflasi Februari 2025 lebih rendah dibanding Januari 2025, namun secara tahun kalender jauh lebih tinggi.
Deflasi bulanan atau month to month (m-to-m) Februari 2025 tercatat sebesar 0,48 persen, deflasi tahun kalender atau year to date (y-to-d) 1,24 persen, dan deflasi tahunan atau year on year (y-on-y) 0,09 persen.
Baca juga: Setelah 3 Bulan Inflasi, Januari 2025 RI Kembali Alami Deflasi
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/3/2025), penyumbang utama deflasi bulanan pada februari 2025 adalah diskon tarif listrik dengan andil 0,67 persen.
“Komoditas utama penyebab deflasi Februari 2025 adalah diskon tarif listrik dengan andil sebesar 0,67 persen,” kata Amalia. Sebagaimana diketahui, untuk mendongkrak daya beli, pemerintah memberlakukan diskon tarif listrik 50 persen selama dua bulan (Januari-Februari 2025).
Setelah tarif listrik, penyumbang deflasi bulanan berikutnya adalah penurunan harga daging ayam ras, cabai merah, tomat, dan telur ayam ras dengan andil terhadap deflasi yang jauh lebih kecil, masing-masing sebesar 0,06 persen, 0,05 persen, 0,04 persen, dan 0,02 persen.
Secara tahunan penyumbang utama deflasi Februari 2025 juga diskon tarif listrik dengan andil sebesar 2,16 persen. Diikuti beras, tomat, cabai merah, dan daging ayam ras dengan andil yang jauh lebih mini, masing-masing sebesar 0,11 persen (untuk beras, tomat, dan cabai merah) dan 0,02 persen untuk daging ayam ras.