Pengangguran Naik Jadi 7,28 Juta, Jumlah Pekerja Informal Juga
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan di Jakarta, Senin (5/5/2025), tingkat pengangguran terbuka (TPT) per Februari 2025 tercatat 4,76 persen, turun dari 4,82 persen pada Februari 2024. Penurunan itu terutama terjadi pada TPT perempuan. Sedangkan TPT laki-laki meningkat.
“Terjadi penurunan TPT, namun jumlah penganggur secara absolut meningkat 83 ribuan orang dari 7,20 juta menjadi 7,28 juta orang, atau sekitar 1,11 persen. Hal ini terjadi karena jumlah angkatan kerja bertambah lebih cepat daripada penyerapannya,” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers.
Juga meningkat dalam waktu bersamaan, proporsi pekerja informal dari 59,17 persen pada Februari 2024 menjadi 59,40 persen pada Februari 2025. Terutama karena banyak angkatan kerja yang tidak terserap di sektor formal.
Baca juga: Jumlah Pengangguran Terbuka Turun, Setengah Penganggur Meningkat
Amalia menjelaskan, dalam setahun terakhir terdapat tambahan 3,59 juta orang yang masuk ke pasar kerja. Tiga lapangan usaha dengan peningkatan jumlah tenaga kerja terbesar dalam setahun terakhir adalah perdagangan (0,98 juta orang), pertanian (0,89 juta orang), dan industri pengolahan atau manufaktur (0,72 juta orang).
Ia menyebutkan, seseorang yang bekerja setidaknya satu jam dalam seminggu, termasuk dalam kategori penduduk bekerja, sesuai standar International Labour Organization (ILO). Konsep ini juga diterapkan oleh berbagai negara lain di dunia. Karena itu BPS membagi penduduk bekerja ke dalam 3 kategori.
Yaitu, pekerja penuh waktu (jam kerja minimal 35 jam per minggu), pekerja paruh waktu (jam kerja kurang dari 35 jam per minggu tetapi tidak mencari pekerjaan, dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain), dan setengah pengangguran (jam kerja kurang dari 35 jam per minggu dan masih mencari pekerjaan atau bersedia menerima pekerjaan lain).
Baca juga: Jumlah Penganggur Turun, Tapi Kebanyakan Masih di Sektor Informal
BPS mencatat, penduduk usia kerja per Februari 2025 mencapai 216,79 juta orang atau naik 2,79 juta orang. Terbagi atas angkatan kerja 153,05 juta orang, dan bukan angkatan kerja 63,74 juta orang. “Ada penambahan jumlah angkatan kerja 3,67 juta orang,” ungkap Amalia.
Dari 152,05 juta angkatan kerja itu, yang mampu mendapatkan pekerjaan mencapai 145,77 juta orang, atau bertambah 3,59 juta orang dibandingkan Februari 2024. Terdiri dari pekerja penuh 96,4 juta orang (66,19 persen), paruh waktu 37,26 juta orang (25,81 persen), dan setengah pengangguran 11,67 juta orang 8 persen).