Selasa, April 21, 2026
HomeBankIkuti Kredit Perbankan, Penyaluran Pinjol dan Pay Later Juga Merosot

Ikuti Kredit Perbankan, Penyaluran Pinjol dan Pay Later Juga Merosot

Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (RDKB OJK) April 2025 yang dipublikasikan akhir pekan ini (9/5/2025) mengungkapkan, penyaluran kredit perbankan pada Maret 2025 hanya tumbuh 9,16 persen secara tahunan (yoy) dibanding Februari 2025 sebesar 10,30 persen, menjadi Rp7.908,42 triliun.

Semua jenis kredit menurun penyalurannya secara tahunan pada Maret 2025. Kredit Investasi tumbuh 13,36 persen dari 14,62 persen pada Februari 2025. Kredit Konsumsi hanya naik 9,32 persen dari 10,31 persen pada Februari, dan Kredit Modal Kerja (KMK) hanya tumbuh 6,51 persen dari Februari 7,66 persen.

Mengikuti penyaluran kredit perbankan, penyaluran kredit Buy Now Pay Later (BNPL), dan pinjaman online atau daring (pinjol/pindar) juga merosot.

Penyaluran BNPL di perbankan per Maret 2025 tumbuh 32,18 persen secara tahunan (yoy), menurun dibanding Februari 2025 yang mencapai 36,60 persen (yoy), menjadi Rp22,78 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 24,59 juta dibanding Februari 2025 sebanyak 23,66 juta.

Baca juga: Penyaluran Paylater Terus Melesat, Pembiayaan Bermasalahnya Juga Meningkat

Begitu juga di perusahaan pembiayaan. Penyaluran BNPL oleh perusahaan pembiayaan pada Maret 2025 meningkat 39,3 persen (yoy), merosot tajam dibanding pertumbuhan penyaluran Februari 2025 yang mencapai 59,1 persen (yoy), menjadi Rp8,22 triliun, dengan rasio kredit bermasalah atau non performing financing (NPF) gross sebesar 3,48 persen dibanding Februari 2025 yang tercatat 3,68 persen.

Sementara penyaluran pindar atau pinjol pada Maret 2025 hanya tumbuh 28,72 persen (yoy) dibanding Februari 2025 yang mencapai 31,06 persen (yoy), dengan nominal sebesar Rp80,02 triliun.

Tingkat risiko kredit macet fintech peer to peer lending itu secara agregat (TWP90) berada di posisi 2,77 persen dibanding Februari 2025 yang mencapai 2,78 persen.

Sebelum-sebelumnya penyaluran pay later dan pinjol selalu meningkat, karena sangat mudah diakses sehingga menjadi alternatif masyarakat untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya secara instan.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini