Sektor Konstruksi Bersiap Hadapi Pasar Asean
Sektor konstruksi memberi kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Dari Rp9 ribu triliun produk domestik bruto (PDB) Indonesia,10 persen (Rp900 triliun) diantaranya kontribusi dari sektor konstruksi. “Sektor ini sangat penting dan vital, kita harus membuat sistem yang baik agar sektor konstruksi bisa lebih kompetitif dan siap menghadapi pasar tunggal Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang berlaku tahun depan,” ujar Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Hermanto Dardak, kepada pers di Jakarta, Kamis (5/6).
Keterangan Hermanto diberikan terkait pelaksanaan Ajang Konstruksi Indonesia 2014 untuk mendorong Masterplan Percepatan Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3I) yang berlangsung di kantor Kementerian PU.
Menurut Hermanto, untuk menghadapi MEA sektor konstruksi harus melakukan persiapan sebaik mungkin. Salah satunya harus memiliki mutual recognition agreement atau pengakuan standar kompetensi bagi pekerja atau profesional bidang konstruksi. Saat ini sudah 140 engineer Indonesia yang kecakapannya diakui dan dapat bekerja lintas ASEAN. “Sertifikasi juga akan kita siapkan untuk puluhan ribu tenaga kerja kita yang bekerja di luar negeri,” tambahnya.
Hermanto menjelaskan, pasar tunggal Asean bukan berarti pasar menjadi bebas sepenuhnya. Perusahaan dari asing yang melakukan kegiatan usaha konstruksi di Indonesia harus bekerja sama dengan Badan Usaha Jasa Konstruksi Nasional (BUJKN). Bentuknya bisa joint operation (JO) atau joint venture (JV) dengan penyertaan modal maksimal 55 persen untuk kontraktor dan 51 persen untuk konsultan.
Batasan ini akan berangsur-angsur naik menjadi maksimal 70 persen setelah berlakunya MEA. Tenaga kerja jasa konstruksi asing juga dibatasi untuk level direktur, manager, dan tenaga ahli. Kepala Badan Pembinaan Konstruksi (BP Konstruksi) Hediyanto W. Husaini optimis profesional jasa konstruksi Indonesia dapat bersaing. “Kita punya pengalaman mengerjakan proyek-proyek konstruksi di berbagai negara Timur Tengah, Afrika, Timor Leste, dan Asean,” ujarnya. Yudis
