Gedung Jadul Bisa Menjadi Green Building
Tuntutan membuat bangunan komersial seperti perkantoran yang lebih ramah lingkungan (green) bukan terbatas pada gedung baru yang tengah dibangun. Gedung lama juga bisa disulap menjadi green building. Salah satunya Sequis Center (d/h Widjojo Center) di Jl Jend Sudirman, Jakarta. Gedung ini sudah berusia 35 tahun, dibangun 1978 dan mulai beroperasi tahun 1980. Tahun 2008 Sequis Center diakusisi Farpoint (Gunung Sewu Group).

Menurut Chief Executive Officer Farpoint Jusup Halimi, ingin berpartisipasi dalam pengelolaan gedung yang lebih berkelanjutan (sustainable). Sejak tahun lalu gedung ini mulai dibenahi dengan menambah dan mengganti perangkat green building. Biaya yang sudah dikeluarkan sebesar Rp2 miliar dan masih akan bertambah.
“Kami secara rutin melakukan edukasi dan sosialisasi kepada tenant dan hampir semuanya ikut mendukung. Beberapa langkah yang kami lakukan mengganti pencahayaan dengan LED, toilet dengan sistem sensor, memilah sampah, AC jam 5 sore otomatis mati,” ujarnya saat menerima Peringkat Gold Sertifikat Greenship dari Green Building Council Indonesia (GBCI) di Jakarta, Kamis (22/10).
Penerapan konsep green ini berhasil menghemat air dan listrik hingga 28 persen per tahun. Sampah organik diolah untuk dijadikan kompos. Menurut Jusup, masih ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk lebih menghemat energi dan air di Sequis Center.
Chairperson GBCI Naning Adiwoso mengatakan, gedung lama bisa dijadikan green building dengan melakukan retrofitting atau mulai mengganti perangkat yang boros energi menjadi yang lebih hemat energi. Misalnya penggunaan sensor pada pencahayaan, pendingin, maupun air, menambah penghijauan, dan lainnya.
“Saya tahu Sequis Center sudah sejak lama, yang menarik dari gedung ini arsiteknya sudah memikirkan untuk membuat gedung ini sebagai green building dengan membuat fasad yang bisa me-reduce cahaya matahari. Di atasnya juga ada taman, jadi gedung tua pun bisa tampil cantik dan tetap green,” imbuhnya.
Green building, lanjut Naning, ke depannya akan berubah menjadi healthy building. Seluruh material interior di dalam gedung mengeluarkan toxic sehingga yang dibutuhkan bukan lebih hemat air dan energy, tapi gedung yang sehat.