Minggu, Mei 17, 2026
HomeBerita PropertiArea Pembangunan Rusun Pasar Belum Siap

Area Pembangunan Rusun Pasar Belum Siap

Rencana Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) untuk membangun rumah susun (rusun) terintegrasi pasar makin tidak jelas realisasinya. Kurangnya koordinasi dan aspek teknis lainnya menjadi pangkal persoalan. Hal itu diikhawatirkan membuat pembangunan proyek ini batal khususnya di Pasar Minggu.

Pasar Minggu
Pasar Minggu

Menurut Dirjen Penyediaan Perumahan Kemenpupera Syarif Burhanuddin, hingga saat ini PD Pasar Jaya belum  serius menyiapkan lahan di lokasi yang akan dibangun. Saat ini areanya masih digunakan pedagang sehingga pembangunan yang seharusnya dimulai akhir tahun lalu sampai sekarang belum dapat dimulai.

“Kami belum melihat keseriusan PD Pasar Jaya untuk pelaksanaan pembangunan rusun terintegrasi pasar. Padahal  ini proyek strategis nasional untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di perkotaan,” ujarnya saat meninjau Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (8/2).

Rusun Pasar Minggu sedianya akan dibangun sebanyak 3 tower dengan ketinggian 23 dan 17 lantai di area seluas 1,1 ha. Jumlah huniannya sebanyak 1.274 unit untuk menampung 5.096 orang. Pembangunannya akan dilakukan Kemenpupera melalui Satker Pengembangan Perumahan Ditjen Penyediaan Perumahan. Anggaran dan kontraktor pembangunan juga sudah siap, yaitu PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Karena itu PD Pasar Jaya seharusnya segera membersihkan lokasi dan merelokasi pada pedagang. Rencananya  rusun Pasar Minggu akan diintegrasikan dengan terminal dan stasiun.

“Proyek ini sebenarnya sudah sangat siap, masyarakat dan pedagang juga sudah siap direlokasi, tapi sosialisai pembangunan proyek ini sangat kurang. Kami khawatir kalau pembangunannya dipaksakan malah muncul penolakan. Kalau lahannya belum siap terpaksa kontrak dengan kontraktor kami batalkan,” imbuhnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Mandiri: Penjualan Eceran Tetap Akan Meningkat, Ditopang Liburan dan Belanja

Survei Penjualan Eceran yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) memprakirakan...

LPEM FEB UI Ragukan Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Ini Alasannya

Peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi...

April Konsumen Tahan Belanja, Perbanyak Tabungan

Survei Konsumen Bank Indonesia April 2026 yang dipublikasikan awal...

Berita Terkini